Laporan : Zulaikha
Bekaespedia.com, Toboali ,- Selasa (09/12) sebanyak 97 siswa siswi dan guru SMA Negeri 1 Mendo Barat melaksanakan kegiatan Natak Sejarah dan wisata edukatif di wilayah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Program ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang lebih dekat dengan realitas sejarah dan budaya daerah. Kegiatan berlangsung dengan dipandu Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Selatan serta berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan.
Rombongan mengawali perjalanan dengan mengunjungi tiga situs sejarah utama, yaitu Masjid Al-Ihsan Toboali, Gedung Nasional Toboali, dan Benteng Toboali. Di tiap titik, siswa mendapatkan penjelasan langsung dari Pamong budaya Dwiki Ogi mengenai nilai historis dan konteks penting yang membentuk perjalanan sejarah Bangka Selatan mulai dari perkembangan dakwah dan arsitektur di Masjid Al-Ihsan, jejak aktivitas kebangsaan di Gedung Nasional, hingga rekam kolonial dan sejarah perjuangan yang tercermin dari Benteng Toboali.
Dalam sambutan pembuka kegiatan, Kepala SMA Negeri 1 Mendo Barat, Sri Wantoro, M.Pd., menegaskan bahwa pelajar perlu memahami sejarah bangsanya dengan cara yang lebih dekat dan nyata.
“Penting bagi pelajar untuk mengetahui sejarah bangsa, karena dari situlah terbentuk jati diri dan kecintaan terhadap daerah. Natak Sejarah ini sekaligus mendukung program sekolah kami, yaitu sekolah wisata sejarah dan budaya, yang bertujuan memperluas wawasan pelajar melalui pengalaman langsung,” jelasnya.
Selain situs sejarah, rombongan juga berkesempatan mengunjungi beberapa objek wisata populer di Kota Toboali, antara lain Himpang 5 Habang, Batu Belimbing, dan Pantai Kelisut. Kunjungan ini tidak hanya memberikan suasana rekreatif bagi para pelajar, tetapi juga memperkenalkan kekayaan potensi wisata daerah yang menyatu dengan narasi historis dan budaya masyarakat Toboali.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bangka Selatan, Andre Taufiqullah, yang menyambut hangat kehadiran rombongan pelajar tersebut.
“Toboali memiliki banyak situs bersejarah yang menjadi saksi perjalanan daerah ini. Kami sangat mengapresiasi kunjungan SMA Negeri 1 Mendo Barat. Pengenalan sejarah lokal kepada generasi muda merupakan salah satu upaya penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya,” ungkapnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, para pelajar diharapkan dapat melihat sejarah bukan hanya sebagai materi pelajaran, tetapi sebagai bagian penting dari identitas diri dan daerah. Pembelajaran melalui pengalaman langsung di lapangan membantu mereka memahami nilai-nilai historis, menghargai warisan budaya, serta menumbuhkan kepedulian untuk turut melestarikan kekayaan lokal Bangka Selatan. Program ini sekaligus membuktikan komitmen sekolah dalam mendorong pendidikan yang relevan, kreatif, dan berbasis kearifan lokal.
