Oleh : Indra Pirmana
Kepala Sekolah bukan hanya sekedar pemimpin di suatu lembaga pendidikan. Tetapi, menjadi sahabat bagi guru, pegawai dalam mengayomi, dan memahami semua karakter bawahannya. Apalagi tahun 2025 Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui KGTK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan tanggal surat 28 Agustus 2025 nomor 0374/B7.28/GT.03.00/2025 hal Pemanggilan Peserta Pelatihan Pelajaran Mendalam melalui Dinas Pendidikan untuk menugaskan beberapa Kepala Sekolah dan Guru untuk mengikuti Pelatihan tersebut dan dibimbing oleh fasilitator hebat dibidangnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, yang mana waktu dan tempat pelaksanaan sudah ditentukan dari mulai Kabupaten Kota, kelas, nama kelas, jumlah peserta, tempat kegiatan, dan waktu pelaksanaan dari mulai IN-1(September) s.d. IN-2 Desember 2025.
Tujuan Pelatihan Pembelajaran Mendalam untuk melatih Kepala Sekolah dalam meningkatkan kompetensi, untuk lebih berani berinovasi dalam memimpin dengan hati tentang konsep pembelajaran mendalam kemudian Guru bisa mengimplementasikan proses pembelajaran sesuai tupoksinya dan mampu menjadikan agen perubahan disatuan pendidikan. Selain itu, membekali keterampilan murid agar berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta penguatan karakter dan mampu meningkatkan literasi dalam menghadapi tantangan masa depan yang lebih baik.
Karakteristik kepala sekolah memiliki karakter yang berbeda-beda disetiap satuan pendidikan. Karena merupakan guru terpilih setelah lulus mengikuti rangkaian seleksi akhirnya mendapatkan tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Namun, semua kepala sekolah pastinya sudah memotivasi guru dan pegawai untuk bekerja lebih baik dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Adapun beberapa sosok kepala sekolah yang dirindukan diantaranya:
1. Berkolaborasi
Dalam pelatihan pembelajaran mendalam ada kata “berkolaborasi,” artinya harus melibatkan guru dan pegawai misalnya dalam menyusun program kerja dan visi misi untuk sebuah instansi dalam mencapai tujuan sekolah mengingat setiap instansi memiliki visi dan misi yang berbeda. Kenapa harus berkolaborasi? Karena kepala sekolah, guru, dan pegawai merupakan suatu kesatuan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman. Selain itu, kolaborasi ini berfokus untuk membangun budaya belajar yang menciptakan suasana belajar bagi murid berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.
2. Peduli
Kepedulian terhadap kondisi guru maupun pegawai merupakan hal yang sangat dirindukan. misalnya hadir tidak saat ada sebuah prestasi yang diraih saja, tetapi saat ada kesulitanpun harus tetap dimotivasi. Karena, dengan kata motivasi akan mampu menggerakan hati maupun semangat baik bagi guru dan pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tupoksi yang sudah dirancang diawal tahun ajaran baru atau semester gasal maupun genap dalam setiap semesternya.
3. Bijaksana
Kepala sekolah yang mampu mengambil keputusan dengan bijaksana, adil terhadap bawahannya, dan selalu mendengarkan aspirasi guru maupun pegawai dalam mengambil sebuah keputusan demi perkembangan sekolah yang lebih maju dalam mempertimbangkan keberagaman dalam setiap kebijakan.
4. Menjadi teladan
Keteladanan ini bermaksud dalam menegakan suatu aturan yang sudah ditetapkan oleh sekolahnya masing-masing dan bukan hanya kata-kata, tetapi dengan sikap yang nyata yang bisa membuat guru maupun pegawai bangga bahkan mengikuti jejaknya tanpa disuruh atau diingatkan baik dalam memberikan bimbingan kepada guru maupun pegawainya.
5. Ramah
Kehadiran sosok kepala sekolah yang ramah akan membuat lingkungan kerja menjadi nyaman dan mampu membangun suasana kerja yang harmonis sehingga dapat melaksanakan tugas yang efektif karena di mana setiap orang merasa dihargai dan didukung dalam hal positif.
6. Memotivasi
Motivasi dari kepala sekolah sangat dirindukan walaupun itu hanya ucapan terima kasih maupun penghargaan sederhana. Kenapa demikian, hal itu akan menumbuhkan semangat yang menggebu-gebu dalam bekerja baik bagi guru dan pegawainya disetiap instansinya demi menciptakan lingkungan yang efektif.
Peran kepala sekolah sangat utama dalam membawa instansi yang lebih berkembang seperti mampu berkomunikasi secara terbuka, menjadi pendengar yang baik dan responsif terhadap semua kebutuhan guru dan pegawai untuk menunjang proses pembelajaran. Misalnya ada guru IPA membutuhhkan alat peraga dan pegawai yang membutuhkan ATK demi kelancaran proses pembelajaran. Karena setiap sekolah berbeda-beda ada yang sudah lengkap fasilitas dan ada yang belum lengkap. Selain itu, fokus juga pada peningkatan kompetensi guru dan pegawai melalui pelatihan atau workshop dalam menciptakan perubahan yang positif demi meningkatkan kualitas pendidikan sebagai pendamping bagi seluruh warga sekolah demi kemajuan bersama.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah bukan hanya sekedar pemimpin biasa dalam sebuah lembaga pendidikan, melainkan pemimpin yang mampu menghadirkan kenyamanan baik dari cara berkolaborasi, peduli, bijaksana, menjadi teladan, ramah, dan memotivasi sehingga guru dan pegawai sudah merasa memiliki bahwa rumah keduanya adalah sekolah tempat ia bertugas. Selain itu, baik guru maupun pegawai tidak segan-segan untuk berdiskusi, berbagi ide bahkan menyampaikan apabila ada keluh kesah demi kemajuan sekolah tersebut.
Kepala sekolah sebagai penggerak utama disuatu instansi dalam memberikan bimbingan dukungan agar guru dan pegawai dapat berkembang secara profesional dalam melakukan perubahan demi mencapai tujuan pembelajaran yang maksimal demi mewujudkan Indonesia Emas 2045 mengingat perkembangan zaman semakin hari semakin pesat.
Penulis : Indra Pirmana (Pendidik di SMP Negeri 5 Payung dan Ketua MGMP bahasa Indonesia Rayon 2 Bangka Selatan)












