Sungaiku Bersih

Oleh : Muhammad Raziq Hanan (Siswa SDIT Nabawi Daarul Mahabbah)

 

Di suatu hari, di desa yang indah bernama Desa Karang. Di desa tersebut terdapat sebuah sungai yang indah, airnya jernih dan bermuara langsung ke laut.

Karena keindahannya, sungai tersebut di jadikan tempat wisata oleh warga sekitar. Setelah tempat wisata sungai tersebut dibuka, orang-orang dari desa lain pun mulai berdatangan. Alhasil tempat wisata tersebut menjadi ramai pengunjung. Namun, karena ada orang-orang yang tidak peka terhadap lingkungan, akhirnya banyak sampah berserakan di sungai tersebut. Kemudian, air sungai yang tadinya jernih, berubah menjadi keruh. Dan akhirnya orang-orang tidak ada yang ingin datang ke wisata sungai tersebut. Lalu, datanglah sekelompok pemuda. Mereka bernama Al, Baim, Deni, dan Ridho. Awalnya mereka datang untuk berenang. Namun, ketika mereka sampai di tempat wisata sungai tersebut, mereka terkejut karena sungai yang mereka datangi kotor. Kemudian mereka memutuskan untuk pulang.

Keesokan harinya. Al dan teman-temannya berkumpul di tempat mereka biasanya. Lalu Deni bertanya, “Kira-kira, kenapa sungai yang kita kunjungi kemarin kotor ya? dan di video yang Aku tonton ada banyak orang yang datang, tapi kemarin hanya kita di sana kan?”

“Mungkin karena banyak sampah, akhirnya sungai menjadi kotor lalu orang-orang tidak ada lagi yang ingin datang ke sana,” jawab Baim.

Al terdiam, dia memikirkan sesuatu. “Bagaimana jika kita mengajak para warga untuk bergotong royong membersihkan sungainya!” Al memberi saran.

“Lebih baik jika kita beritahukan kepada kepala desa agar ikut membantu,” ucap Ridho.

“Setuju.” kata Al.

Lalu mereka pergi ke rumah kepala desa. Setelah sampai di rumah kepala desa mereka langsung bicara dengan kepala desa.

“Pak bagaimana jika kita bergotong royong membersihkan sungai agar sungai kita menjadi bersih?” tanya Al.

“Wah.. ide bagus, saya akan umumkan kepada warga besok.”

Keesokan harinya kepala desa mengajak seluruh warga untuk ikut bergotong royong membersihkan sungai. Lalu mereka mulai bergotong royong membersihkan sungai tersebut. Dan saat membersihkan sungai tersebut, mereka menemukan banyak sampah di dasar sungai seperti sampah plastik, sampah jajanan dan banyak sampah lainnya.

Di saat mereka bergotong royong membersihkan sungai ada hal yang tidak terduga menimpa Deni. Saat itu Deni sedang berdiri di atas sebuah batu.

“Deni hati-hati, nanti kamu terjatuh!” ucap Al mengingatkan Deni.

“Santai saja, tidak apa-apa kok!” ucap Deni.

Tiba-tiba “swingg” Deni terjatuh dari batu.

Lalu “byurr” Deni langsung terjatuh ke air. Deni langsung berenang ke tepian, “Aduh…” kata Deni sambil menahan sakit.

Setelah selesai bergotong royong membersihkan sungai, mereka makan bersama dengan warga dan kepala desa. Setelah makan bersama mereka langsung diberi arahan oleh kepala desa.

“Kita harus tegas kepada orang yang suka membuang sampah sembarangan!” ucap kepala desa.

“Betul itu pak, kalau kita tidak tegas sungai kita akan kotor lagi,” ucap salah satu warga.

“Bagaimana jika kita kenakan denda dua ribu rupiah terhadap orang yang suka membuang sampah sembarangan!” ucap Al.

“Ide bagus Al, bapak setuju.” ucap kepala desa.

Setelah kejadian itu, sungai tersebut menjadi indah kembali, airnya jernih, dan menjadi bersih. Kemudian orang orang kembali berdatangan ke tempat wisata sungai tersebut. (BP / KM)*

 

Catatan : Cerpen ini merupakan karya peserta FLS3N Tingkat Kecamatan Mendobarat Tahun 2026.

Exit mobile version