Penulis: Belva Al Akhab, Satrio dan Guntur
Bekaespedia.com, Bangka Barat,- Normalisasi sungai, pembangunan jalan usaha tani, penyediaan sumur bor, hingga penanaman 1.000 bibit pohon menjadi bagian dari agenda TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Desa Sinar Manik, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Program yang dibuka Bupati Bangka Barat Markus, Selasa, 13 Oktober 2026, itu dijadwalkan berlangsung hingga 11 November mendatang.
Kodim 0431/Bangka Barat, di bawah komando Letkol Czi Fadil, S.E., M.I.P., menjalankan program yang memadukan pembangunan infrastruktur dengan kegiatan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Sasaran lainnya mencakup rehabilitasi dua unit sekolah, pembuatan talud, perbaikan empat rumah tidak layak huni, serta program ketahanan pangan di lahan seluas satu hektare.
Daftar pekerjaan itu memperlihatkan luasnya cakupan TMMD. Namun, ukuran keberhasilannya tidak berhenti pada jumlah proyek yang dikerjakan. Kondisi fasilitas setelah dibangun, manfaat yang diterima warga dan keberlanjutan pemeliharaan akan menentukan sejauh mana program tersebut menjawab kebutuhan desa.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, kegiatan ini menempatkan sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat sebagai landasan pelaksanaan pembangunan.
Normalisasi sungai dan pembuatan talud menjadi dua sasaran fisik TMMD ke-130 di Sinar Manik. Pekerjaan tersebut berkaitan dengan penataan infrastruktur sungai, tetapi manfaat teknisnya belum dapat dinilai hanya dari rencana kegiatan. Informasi tentang kondisi awal sungai, cakupan pekerjaan, serta hasil setelah normalisasi diperlukan untuk mengukur perubahan yang terjadi.
Persoalan serupa berlaku pada pembangunan lima titik sumur bor. Penyediaan sarana air menjadi salah satu sasaran yang berhubungan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Namun, pembangunan fisik sumur saja belum cukup untuk memastikan akses air yang berkelanjutan. Ketersediaan air, kualitasnya dan pengelolaan setelah pekerjaan selesai juga perlu diperhatikan.
TMMD turut menyasar pembangunan jalan usaha tani. Infrastruktur ini diharapkan mendukung mobilitas masyarakat dalam menjalankan kegiatan pertanian. Seberapa besar manfaatnya akan bergantung pada kondisi jalan, akses menuju lahan, dan intensitas pemanfaatannya oleh petani.
Di bidang pendidikan, rehabilitasi dua unit sekolah di Kecamatan Jebus menjadi bagian dari agenda pembangunan. Sementara itu, empat rumah tidak layak huni masuk dalam sasaran perbaikan untuk mendukung kelayakan tempat tinggal penerima manfaat.
Program ketahanan pangan seluas satu hektare juga direncanakan dalam rangkaian kegiatan. Akan tetapi, rincian mengenai jenis komoditas, pengelola lahan, dan target produksi belum tercantum dalam amanat pembukaan yang menjadi dasar laporan ini.
Pada sektor lingkungan, TMMD menargetkan penanaman 1.000 bibit pohon keras dan buah. Penanaman tersebut baru merupakan tahap awal. Tingkat hidup bibit dan perawatan setelah penanaman menjadi faktor penting agar kegiatan tidak berhenti sebagai capaian jumlah tanaman.
Program ini juga mencakup pembersihan lingkungan rumah ibadah dan pasar. Di bidang kesehatan, sebanyak 100 paket makanan direncanakan untuk dibagikan kepada anak-anak yang mengalami stunting.
Rangkaian kegiatan itu menghubungkan sejumlah persoalan dasar masyarakat terhadap infrastruktur, air, tempat tinggal, pendidikan, pangan, lingkungan, dan kesehatan. Tantangannya memastikan setiap sasaran berjalan sesuai kebutuhan serta dapat dimanfaatkan setelah program berakhir.
Markus Meminta Sinergi Tidak Berhenti Setelah TMMD
Bupati Bangka Barat Markus mengatakan TMMD merupakan program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“TMMD menjadi suatu program terpadu antara TNI dan Pemerintah Daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah dengan harapan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Markus dalam amanat pembukaan TMMD ke-130.
Markus juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antara TNI dan masyarakat setelah kegiatan selesai. Menurut dia, kerja sama yang terbentuk selama pelaksanaan program harus tetap terpelihara.
“Melalui program TMMD, saya harap kekompakan dan sinergitas antara TNI dan masyarakat akan senantiasa terjalin erat, meskipun nantinya program ini telah selesai dilaksanakan,” ujarnya.
Ia mengimbau TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat untuk bergotong royong menyukseskan seluruh kegiatan.
“Saya mengimbau agar TNI, Polri, Pemerintah Desa, Masyarakat Desa Sinar Manik dapat saling bahu-membahu dan bergotong royong dalam melaksanakan program pembangunan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar,” kata Markus.
Pesan tersebut menyoroti satu persoalan yang kerap mengikuti pembangunan berbasis program: siapa yang memastikan fasilitas tetap berfungsi setelah kegiatan selesai?
Jalan, sumur bor, bangunan sekolah, dan infrastruktur sungai memiliki kebutuhan pemeliharaan yang berbeda. Karena itu, keberlanjutan manfaat memerlukan kejelasan pengelolaan, koordinasi dengan pemerintah desa dan keterlibatan masyarakat.
Dalam amanatnya, Markus berharap program lintas sektor dapat mendorong kemajuan desa serta meningkatkan kesejahteraan warga Bangka Barat.
“Melalui program TMMD ini, mari kita optimalkan berbagai program lintas sektoral untuk Kabupaten Bangka Barat yang semakin baik dan sejahtera. Saya ingin desa-desa di Kabupaten Bangka Barat semakin maju, mandiri serta kehidupan masyarakatnya semakin makmur dan sejahtera. Inilah cita-cita yang harus kita wujudkan bersama,” ujarnya.
Sebagai komandan satuan teritorial pelaksana, Letkol Czi Fadil memiliki peran dalam mengoordinasikan pelaksanaan TMMD ke-130 di wilayah Bangka Barat. Program ini melibatkan beragam sasaran sehingga pelaksanaannya membutuhkan koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, aparat terkait dan masyarakat.
Keberhasilan program tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian pekerjaan fisik. Ketepatan sasaran, partisipasi warga, dan pemeliharaan hasil pembangunan juga menjadi bagian penting dari manfaat yang diharapkan.
“TMMD bukan hanya tentang menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kehadiran TNI dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin membangun kebersamaan, memperkuat gotong royong, serta mendorong partisipasi warga agar seluruh sasaran program dapat terlaksana dengan baik dan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.” ungkap Fadil.
Dandim juga perlu dimintai penjelasan mengenai mekanisme pengawasan pekerjaan, target penyelesaian setiap sasaran, kendala yang dihadapi dan pembagian tanggung jawab pemeliharaan setelah program berakhir.
“Keberhasilan TMMD membutuhkan sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menyukseskan program ini, menjaga hasil pembangunan, dan menjadikannya sebagai modal untuk mendorong kemajuan Desa Sinar Manik.” tambahnya.
Konfirmasi tersebut penting agar pemberitaan tidak hanya menampilkan pesan umum mengenai gotong royong, tetapi juga menjelaskan langkah konkret yang ditempuh pelaksana untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
TMMD ke-130 juga mencakup kegiatan nonfisik berupa penyuluhan stunting, pelayanan Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM), wawasan kebangsaan, bela negara, kampanye kreatif, penyuluhan hukum dan keamanan serta ketertiban masyarakat, bahaya narkoba, hingga penyuluhan pertanian, peternakan dan perikanan.
Kegiatan tersebut dirancang untuk melengkapi pembangunan infrastruktur dengan peningkatan pengetahuan masyarakat. Penyuluhan kesehatan, misalnya, berkaitan dengan upaya meningkatkan pemahaman warga tentang persoalan kesehatan. Sementara itu, penyuluhan pertanian, peternakan, dan perikanan dapat mendukung pengembangan pengetahuan pada sektor produktif.
Meski demikian, dampak kegiatan nonfisik perlu dinilai berdasarkan jangkauan peserta, materi yang disampaikan dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Pembagian paket makanan bagi anak yang mengalami stunting juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari dukungan, bukan sebagai satu-satunya ukuran penanganan masalah gizi.
Pembangunan fisik dan kegiatan penyuluhan pada akhirnya membutuhkan kesinambungan. Infrastruktur yang memadai akan lebih bermanfaat apabila didukung pengetahuan masyarakat, pengelolaan yang baik dan akses terhadap layanan dasar.
TMMD ke-130 di Sinar Manik dijadwalkan berlangsung hingga 11 November 2026. Dalam rentang waktu tersebut, pelaksanaan sasaran fisik dan nonfisik menjadi pekerjaan utama. Setelah program selesai, keberlanjutan manfaat akan menjadi tantangan berikutnya.
Data mengenai progres pekerjaan, jumlah penerima manfaat, kondisi sebelum dan sesudah pembangunan, serta rencana pemeliharaan diperlukan untuk menilai hasil program secara lebih terukur. Keterangan warga juga penting untuk mengetahui apakah sasaran yang ditetapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Bagi masyarakat Sinar Manik, manfaat pembangunan akan terasa ketika fasilitas dapat digunakan, kebutuhan dasar lebih mudah dipenuhi dan hasil pekerjaan dirawat bersama. Untuk itu, gotong royong tidak cukup hanya menjadi semangat selama pelaksanaan kegiatan, tetapi perlu diteruskan melalui tanggung jawab setelah program berakhir.
TMMD ke-130 Kodim 0431/Bangka Barat membawa agenda pembangunan yang mencakup banyak sektor. Hasil akhirnya akan ditentukan bukan semata oleh banyaknya pekerjaan yang diselesaikan, melainkan oleh sejauh mana pekerjaan tersebut memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.












