Bekaespedia.com, Terkadang hanya saja hati kita yang sering membesar-besarkan yang sedikit, dan melupakan yang begitu banyak, kita sering menangisi kekurangan, namun jarang mensyukuri kelimpahan.
Kita fokus pada satu pintu yang tertutup, padahal ribuan pintu nikmat lainnya tetap Allah biarkan terbuka untuk kita.
Padahal setiap tarikan nafas adalah nikmat, setiap detik kesempatan adalah karunia, setiap kemampuan bangun dari jatuh adalah hadiah yang tak ternilai.
Jika saja kita berhenti sebentar dan melihat lebih jernih, kita akan menyadari bahwa apa pun yang terasa berat hari ini sebenarnya hanya sebutir pasir dibanding samudera kebaikan Allah yang memeluk hidup kita setiap hari.
Maka teruslah bersyukur, teruslah percaya, karena ujian datang bukan untuk melemahkan, tetapi untuk meninggikan derajat kita di sisi-Nya., semoga hati kita selalu ingat
Bahwa Allah selalu memberi kelimpahan pada hamba-Nya, hati-hati dengan hati.
Banyak orang mengira hidup lapang ditentukan oleh besar kecilnya penghasilan. Padahal, yang sering membuat hidup terasa sempit justru bukan kurangnya rezeki, melainkan pikiran yang serakah. Ingin ini, ingin itu, membandingkan diri tanpa henti, dan merasa selalu kurang meski sudah diberi cukup.
Keserakahan tidak selalu tampak kasar. Ia sering hadir halus, berwujud rasa tidak puas. Sudah ada hasil, masih mengeluh. Sudah ada peluang, masih iri. Sudah diberi jalan, masih memaksa yang bukan jatahnya. Dari sinilah hati menjadi sesak, dan rezeki terasa berat meski terus mengalir.
Orang yang pikirannya bersih dari serakah justru hidupnya terasa lapang. Bukan karena ia tidak punya keinginan, tetapi karena ia tahu batas. Ia bersyukur atas yang ada, bergerak dengan tenang, dan percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar. Ketika hati tenang, keputusan menjadi jernih. Dan keputusan yang jernih adalah magnet rezeki.
Allah melapangkan hidup bukan hanya dengan menambah, tetapi juga dengan menenangkan. Banyak yang hartanya bertambah, namun dadanya makin sempit. Sebaliknya, ada yang sederhana, tetapi tidurnya nyenyak dan langkahnya ringan. Itulah tanda hidup yang benar-benar lapang.
Jika hari ini kitaa merasa rezeki terasa berat, coba periksa bukan dompetnya, tetapi pikirannya. Apakah masih dipenuhi rasa kurang, iri, dan ingin mendahului takdir orang lain? Bersihkan itu.
Karena ketika pikiran berhenti serakah, hati belajar cukup. Dan saat hati cukup, Allah biasanya menambah.
Semoga setiap langkah kita bernilai ibadah aamiin … (Ujo)












