Urgensi Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama Tahun 2025

Foto: Penulis saat menyerahkan 3 karya bukunya kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

Oleh Rudiyanto, S.Pd.,Gr

Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Kabupaten Bangka Selatan

Bekaespedia.com, Bangka Selatan, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) saat ini tengah menggelar asesmen nasional literasi dasar beragama tahun 2025 untuk seluruh guru Pendidikan Agama Islam dan beberapa sampling siswa kelas 5 pada tingkat Sekolah Dasar (SD). Menurut Direktur Pendidikan Agama Islam Republik Indonesia, M. Munir, asesmen ini membantu guru Pendidikan Agama Islam dan siswa untuk memperkuat literasi keagamaan yang moderat dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan menurut Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam, Amin Suyitno menyatakan bahwa kita ingin Pendidikan Agama Islam menjadi sumber nilai, inspirasi dan harmoni. Literasi keagamaan yang kuat akan melahirkan generasi berilmu, berakhlak dan berwawasan kebangsaan.

Berdasarkan data dari Direktorat Pendidikan Agama Islam, guru Pendidikan Agama Islam yang akan mengikuti Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama Tahun 2025 berjumlah 158.258 peserta, sedangkan untuk siswa kelas 5 jenjang SD (Sekolah Dasar) berjumlah 13.600 peserta. Adapun pelaksanaan asesmen tersebut dilakukan secara online melalui aplikasi Siaga dan seluruh peserta akan mengerjakan soal tes tertulis dan tes praktik baca Al-qur’an. Tujuan tes tertulis tersebut adalah untuk mengukur pengetahuan, pemahaman konsep, dan kemampuan berpikir. Sedangkan tujuan tes praktik baca Al-qur’an bertujuan untuk menilai kemampuan membaca dan memahami bacaan Al-qur’an.

Pada era modern seperti yang terjadi saat ini, nilai-nilai moral dan spiritual cenderung menurun dan dikesampingkan. Oleh karena itu, menurut hemat penulis, program Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama Tahun 2025 ini sangat penting untuk dilakukan dan dikembangkan. Beberapa urgensi pentingnya Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama Tahun 2025 untuk dilakukan dan dikembangkan antara lain adalah sebagai berikut:

1. Tantangan Pendidikan Agama Islam yang Semakin Kompleks

Pada era modern seperti yang terjadi saat ini, tantangan-tantangan Pendidikan Agama Islam semakin kompleks. Mulai dari menurunnya nilai-nilai moral dan spiritual, menurunnya nilai-nilai jati luhur bangsa Indonesia oleh budaya populer, perkembangan arus globalisasi dan pertumbuhan dunia Teknologi, Informasi dan Komunikasi dan lain sebagainya. Oleh karena itu, kegiatan Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama Tahun 2025 ini sangat perlu untuk dilakukan agar stakeholder Pendidikan Agama Islam dan mengukur dan merumuskan solusi terbaik dalam menjawab berbagai tantangan Pendidikan Agama Islam masa kini

2. Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam yang belum Memadai

Tidak dapat dipungkiri bahwa kompetensi guru Pendidikan Agama Islam di Indonesia belum cukup memadai untuk menjawab tantangan Pendidikan Agama Islam masa kini. Sebagai contoh masih ada beberapa guru Pendidikan Agama Islam yang belum memiliki jenjang kualifikasi minimal strata 1 (S1), belum melek teknologi, kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional yang belum terupdate dan lain sebagainya

3. Literasi Dasar Siswa yang Cenderung Menurun

Generasi Z dan generasi Alpha saat ini cenderung memiliki ketergantungan dengan media sosialnya. Sehingga lahir sebutan Fomo. Anak-anak fomo ini cenderung malas, memiliki sikap apatis dan kurang memiliki rasa empati dengan lingkungan sekitarnya

4. Sebagai Bahan Refleksi dan Tindak Lanjut

Hasil Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama Tahun 2025 ini dapat dijadikan sebagai bahan refleksi sejauh mana pemahaman literasi dasar beragama guru Pendidikan Agama Islam di seluruh penjuru Indonesia dan para siswa kelas 5 jenjang Sekolah Dasar yang menjadi sampling. Sehingga, stakeholder Pendidikan Agama Islam dapat melakukan evaluasi dan merumuskan formula terbaik untuk memperbaiki literasi dasar beragama guru Pendidikan Agama Islam dan siswa.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *