Yuk ke Desa Air Nyatoh, Pantai Seribu Bagan Potret Keindahan dan Kearifan Lokal

Oleh: Belli Samudra

Bekaespedia.com_Di pesisir Kabupaten Bangka Barat, tepatnya di Kecamatan Simpang Teritip, terletak sebuah desa nelayan yang kuat identitasnya Desa Air Nyatoh. Dengan jumlah penduduk sekitar 2.988 jiwa, dari 905 kepala keluarga atau rata-rata 350 orang desa ini terdiri dari 3 dusun dan 9 RT

Mayoritas sekitar 80% masyarakatnya hidup dari laut sebagai nelayan, sementara selebihnya berprofesi sebagai petani. Sinergi dua sektor ini memupuk kehidupan sosial dan ekonomi yang khas. Pantai Desa Air Nyatoh membentang luas, menawarkan pemandangan samudera yang langsung bertemu cakrawala, jadi tempat favorit warga maupun tamu lokal untuk menikmati sore atau sekadar melepas penat.

Jarak desa ini terukur hanya 12 km dari Kecamatan Simpang Teritip, 42 km dari ibukota kabupaten, dan sekitar 90 km dari Pangkalpinang ibukota provinsi. Aksesnya pun cukup mudah, bisa dicapai dengan motor, mobil, atau bus pariwisata, ideal untuk pengembangan potensi pariwisata. Gelaran bagan nelayan alat tradisional yang dipasang berjajar rapi sepanjang pantai menjulang sebagai ikon desa. Sejak lama, tatanan bagan inilah yang memberi julukan Pantai Seribu Bagan. Ada lebih dari 400 bagan yang beroperasi secara rutin, mencerminkan intensitas dan skala produksi perikanan setempat.

Produk lokal khas yang paling terkenal adalah ikan teri nasi, sejenis ikan teri hasil tangkapan laut. Para nelayan memanen banyaknya ikan ini, terutama saat musim, dan mengolahnya menjadi ikan asin secara tradisional. Beberapa keluarga mampu menghasilkan lebih dari 800 kg ikan asin per hari dan hingga 2 ton dipuncak musim teri. Dari segi statistik, Kecamatan Simpang Teritip menyumbang hingga 2.511 ton hasil perikanan laut – bernilai sekitar Rp 70,98 miliar. Cita rasa khas ikan teri nasi mengundang peluang ekspansi pasar lokal dan regional. Potensi pengemasan modern, misalnya vakum atau kemasan bernilai gizi, bisa meningkatkan kestabilan harga dan daya saing.

Selain laut, desaku memiliki kebun durian ngedamber durin yang mendapat tempat saat musimnya. Ditambah produk laut lain seperti cumi kering, ikan labak, dan terasi, Air Nyatoh menyusun karakter ekonomi multimodal. Secara tradisional, masyarakat memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai perisai terhadap intrusi air laut dan angin, sekaligus sebagai ekowisata bertema kearifan lokal. Ini menunjukkan kesadaran tradisional yang mendalam terhadap kelestarian lingkungan, menjaga keseimbangan laut dan darat.

Generasi muda Desa Belli Samudra rencana akan membentuk komunitas cagar alam mengajak pemuda pemudi desa, akan berdiskusi dengan pemerintahan desa dengan hal tersebut yang akan peka terhadap potensi untuk memperkenalkan Desa Air Nyatoh di bidang keindahan dibidang pariwisata “Searah Sejalan”,yang akan untuk menghidupkan potensi wisata, yang akan menguntungkan bagi masyarakat terutama UMKM yang ada di Desa Air Nyatoh kenapa harus mengembangkan potensi pariwisata desa ku terkenal dengan keindahan sunset dan juga sunrise dengan hamparan pasir putih dan juga keindahan bagan nelayan yang akan memanjakan mata teman-teman yang ingin menikmati keindahan.

Keindahan pantai dengan julukan seribu bagan ini merupakan ciri khas Desa Air Nyatoh yang sangat indah apalagi saat pagi hari dan sore hari. Di pagi hari kita disambut dengan sunrise dan juga melihat kedatangan para nelayan yang semalaman melaut di laut, dengan membawa hasil tangkapan mereka. Para nelayan mengunakan alat tangkap tradisional yaitu bagan. Di sore harinya kita bisa melihat sunset yang begitu indah dengan melihat hamparan bagan nelayan dan melihat para nelayan pergi untuk melaut suara, riuh nan indah dari mesin perahu nelayan menjadi keindahan keestetikaan kita bisa mengabadikan moment yang indah tersebut.

Tahu tidak bagan itu apa? Bagan merupakan alat tangkap ikan tradisonal yang terbuat dari kayu yang di tancapkkan dengan membentuk persegi empat yang dirakit dengan sedemikian rupa yang pada akhirnya terbentuk seperti sebuah perangkap, yang di dalam sebuah bagan terdapat jaring yang terbuat dari waring yang dibuat persegi empat. Jaring tersebut diikatkan ke kayu lurus yang biasanya disebut Engkol untuk menarik jaring tersebut ke atas permukaan air sehingga ikan-ikan tersebut terperangkap di jaring.

Di tepi pantai adalah saksi semangat bagi wisatawan menjadi tempat bersantai sejenak, dan welcome point bagi wisatawan yang ingin ngadem karena ada fasilitas pondok yang dibuat oleh Pokdarwis yang dipelopori oleh Suwandi meskipun belum lengkap belum ada homestay, paket wisata atau souvenir. Niat dan energi komunitas ini bisa menjadi fondasi kuat menuju desa wisata yang berkualitas. Jika pariwisata bagus dan juga terawat kita juga yang akan bangga akan hal tersebut karena keindahan destinasi alam yang ada. Pelestarian Budaya Rebo Kasan juga bisa menarik wisatawan untuk berkunjung Desa Air Nyatoh untuk memperkenalkan objek wisata.

Hal ini mendorong kemajuannya menjadi daya tarik wisata budaya. Dengan adanya kombinasi budaya, ekonomi, teknologi, dan ekowisata, Desa Air Nyatoh bisa nantinya menjadi contoh Desa wisata unggul di Bangka Belitung. Mimpinya Pantai Seribu Bagan menjadi destinasi rendah karbon, kaya kearifan, dan membawa kesejahteraan bagi nelayan dan petani, serta menginspirasi desa-desa lain. (BP/KM)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *