23 Buku Dari Warga Bangka Selatan Sebagai Kado Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan ke-23 

Oleh : Iyek Aghnia

 

Bekaespedia.com. Toboali_”Jangan tanya apa yang dilakukan oleh negara untukmu, tapi tanyalah apa yang kamu bisa lakukan untuk negara”. (John F Kennedy)

Kutipan istimewa dari mantan Presiden Amerika Serikat itu seolah menjadi magnet bagi penulis Bangka Selatan untuk memberikan kado istimewa di Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan ke-23 tahun 2026.

Sebanyak 23 judul buku diberikan para warga Bangka Selatan yang berkehidupan dari Pulau Lepar hingga Sebagin sebagai Kado Hari Jadi Kabupaten tahun 2026 ini.

23 buku dari para penulis Bangka Selatan untuk Kado Hari Jadi bukti nyata dan komitmen dari para penulis Bangka Selatan sebagai warga yang berkehidupan di daerah ini untuk ikut berkontribusi membangun daerahnya.

Penulis 23 buku untuk Kado Hari Jadi Bangka Selatan itu berasal dari berbagai profesi. Mulai dari pelajar, birokrat hingga pegiat literasi dengan berbagai genre buku. Mulai dari sastra hingga cerita rakyat. Mulai dari Ikan Hemilang Sakti karya pelajar SMPN 2 Toboali hingga Sang Usang karya Pamong Budaya Dwikki Dhaswara.

Tradisi memberikan Kado buku untuk Hari Jadi Kabupaten Bangka Selatan telah dimulai tahun 2021. Saat itu para pengurus Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Kabupaten Bangka Selatan menghadiahi buku Kamus Bahasa Daerah Bangka Selatan.

Penghadiahan buku sebagai Kado Hari Jadi Kabupaten mengisyaratkan peran buku sebagai bagian pembangunan daerah dan bangsa.

Buku bukan hanya menyimpan informasi, tetapi juga menjadi penghubung antar-generasi, menyampaikan ide, nilai, dan pengetahuan dari satu zaman ke zaman lainnya. Inilah yang menjadikan buku sebagai warisan berharga yang selalu layak untuk dirayakan dengan gembira dan dilestarikan.

Buku adalah ruang di mana kegiatan membaca dan menulis berdialektika. Buku adalah manifestasi kebudayaan tertinggi manusia karena di sanalah aksara dan tanda berkumpul membangun gagasan. Buku laksana jembatan di antara makhluk pemikir bernama manusia berdiskursus.

Buku adalah wahana di mana pemikiran dituangkan, di mana gagasan diabadikan serta di mana rasa ditumpahkan. Buku adalah storage pemikiran dan gagasan bagi penulis sekaligus wahana di mana pembaca bisa mengaksesnya.

Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah mencerdaskan akal budi warga negara Republik Indonesia agar dalam kapasitasnya sebagai bangsa, mampu menunjukkan diri, mampu berperan aktif, dan mampu menjadi relevan dalam interaksi dan dialektika kehidupan warga dunia.

Memberikan kado Hari Jadi untuk Kabupaten Bangka Selatan berupa buku bukti bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi bagian elemen penting dalam pembangunan daerah ini dalam upaya membangun masyarakat yang kritis dan berdaya saing serta kompetitif.

Buku adalah jendela untuk memahami dunia, cermin untuk merefleksikan identitas kolektif sebagai sebuah bangsa, sekaligus sebagai pembuka mata pikiran dan mata hati.

Pada akhirnya buku sungguh memegang peranan sentral sebagai medium utama dalam transmisi pengetahuan, pembentukan wacana, dan pada akhirnya pembangunan jati diri kita sebagai warga bangsa.

Sebagai warga bangsa yang berkehidupan di Negeri Junjung Behaoh ini, para penulis Bangka Selatan berkontribusi lewat tulisan dan buku.

Dan 23 buku dari penulis lokal Bangka Selatan untuk KADO Hari Jadi Bangka Selatan.

“Buku adalah hadiah yang bagus karena di dalamnya terdapat seluruh dunia. Dan jauh lebih murah membeli buku untuk seseorang daripada membelikan mereka seluruh dunia!” (Neil Gaiman ). (BP/ KM)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *