309 Siswa Resmi Dilepas, Purnawiyata SMA Negeri 1 Toboali Angkatan XXXIV Berlangsung Haru dan Meriah

Laporan Intan Ulan Dari (Tim Jurnalistik SMAN 1 Toboali)

Foto kepala sekolah bersama tamu undangan

TOBOALI, Bekaespedia.com _ Suasana haru bercampur bangga menyelimuti Lapangan SMA Negeri 1 Toboali pada Selasa (5/5/2026). Sebanyak 309 siswa kelas XII resmi dilepas dalam acara Purnawiyata Angkatan XXXIV Tahun Pelajaran 2025/2026 yang mengusung tema “Menuju Masa Depan – Take Off The Future”.

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu dihadiri oleh para guru, tenaga kependidikan, Kapolres beserta jajaran, unsur pemerintah setempat, serta seluruh orang tua dan wali siswa. Sebanyak 309 siswa yang dilepas terdiri dari 103 siswa laki-laki dan 206 siswi perempuan.

Purnawiyata tahun ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan para siswa selama tiga tahun menempuh pendidikan di bangku SMA. Tidak hanya sebagai seremoni perpisahan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum awal bagi para lulusan untuk melangkah menuju masa depan yang lebih luas.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan parade guru dan tenaga kependidikan yang diiringi pasukan Paskibraka serta Tari Sambut dari Sanggar Seni SMA Negeri 1 Toboali. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama.

Berbagai penampilan seni turut memeriahkan acara, mulai dari penampilan “Kuadran Band”, gitar solo, hingga persembahan dari para siswa kelas XII.

Ketua pelaksana kegiatan, Tiopan Marpaung, S.Pd., dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh siswa agar tidak takut bermimpi besar.

“Jangan kubur impian dengan ketakutanmu. Banyak generasi muda yang sukses meski berasal dari keluarga sederhana. Pendidikan dan kerja keras akan membuka jalan menuju kesuksesan,” ujarnya.

Ia juga mengajak para siswa untuk menjadikan kisah-kisah inspiratif tokoh muda Indonesia sebagai motivasi dalam mengejar cita-cita.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Toboali, Yudi Sapriyanto, S.Pd., M.M., menyampaikan rasa bangga sekaligus harapannya kepada seluruh lulusan.

Menurutnya, pelepasan siswa tahun ini bukan hanya bentuk apresiasi atas keberhasilan akademik, tetapi juga penghargaan atas perjuangan para siswa dalam menghadapi berbagai tantangan selama masa pendidikan.

“Setelah lulus, siswa diharapkan menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, kritis, dan mampu terus belajar menghadapi persoalan kehidupan,” ungkapnya.

Momen paling emosional terjadi saat prosesi pelepasan atribut sekolah secara simbolis berupa topi dan almamater oleh perwakilan siswa Muhammad Dzaky Iqtidhar dan Jelen Evertin yang dipandu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Eko Saputra, M.Pd.

Prosesi tersebut menjadi simbol berakhirnya perjalanan para siswa sebagai bagian dari SMA Negeri 1 Toboali dan langkah awal menuju jenjang kehidupan berikutnya.

Menariknya, Angkatan XXXIV menjadi angkatan terakhir yang menggunakan almamater hitam sebelum nantinya resmi berganti menjadi merah sebagai identitas baru sekolah.

Suasana haru semakin terasa ketika paduan suara siswa membawakan lagu “Terima Kasihku Guruku”. Lantunan lagu tersebut dipadukan dengan pembacaan puisi dan pemberian bunga kepada para guru sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas jasa, ilmu, dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini.

Tangis haru tampak pecah di antara siswa, guru, dan orang tua yang hadir. Momen tersebut menjadi kenangan mendalam bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Toboali.

Dengan berakhirnya acara purnawiyata ini, para lulusan diharapkan mampu membawa nama baik almamater dan terus melangkah meraih cita-cita di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *