Laporan : Belva
Bekaespedia.com, Sungailiat, Bangka Belitung – Di balik lantunan ayat suci Al-Qur’an, tersimpan kisah inspiratif seorang pemuda asal Bangka Belitung yang kini menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Ahmad Dasuki, SQ, S.Ag, putra sulung pasangan Dadang Abdul Mu’in dan Pipih Afifah, dipercaya sebagai perwakilan Indonesia pada MTQ Internasional di Kroasia (cabang Musabaqah Hifdzil Qur’an 30 Juz).
Sosok yang akrab disapa Dasuki ini lahir di Karawang, 16 Oktober 2002. Ia tumbuh besar di lingkungan keluarga religius. Ayahnya, seorang ustadz sekaligus pegawai Pemerintah Kabupaten Bangka, dan ibunya, seorang guru mengaji yang dikenal sabar dan ramah, menjadi pilar utama dalam perjalanan panjangnya hingga menyandang gelar Al-Hafidz Qur’an.
Sejak kecil, Dasuki sudah menunjukkan bakat luar biasa. Saat duduk di bangku Taman Kanak-Kanak, ia telah berhasil meraih juara umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Kemampuannya kian terasah saat ia menempuh pendidikan di SDN 30 Bedeng Ake Sungailiat, hingga akhirnya hijrah menuntut ilmu di Jakarta—menimba pengetahuan di Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an Istana Al-Qur’an Sirrul Asror serta melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Al-Wathoniyyah.
Puncak dedikasinya terlihat ketika di usia belia, tepatnya kelas X Madrasah Aliyah, ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Bakat itu terus diasah hingga akhirnya membawa Dasuki ke berbagai ajang MTQ tingkat daerah hingga nasional, bahkan kini internasional.
Deretan prestasinya pun tidak bisa dianggap remeh. Ia pernah meraih juara 1 kategori 5 juz berturut-turut pada tahun 2015–2018, juara 1 kategori 20 juz tahun 2019, juara 1 kategori 30 juz di tingkat Provinsi Bangka Belitung tahun 2024, serta juara 2 MTQ tingkat provinsi tahun 2025 untuk cabang Tahfidz 30 juz dan Tafsir Bahasa Indonesia. Pada tahun 2016, ia bahkan masuk 9 besar MTQ Nasional di cabang Tahfidz 5 Juz & Tilawah Qur’an. Tak hanya itu, Dasuki juga pernah masuk 10 besar Musabaqah Hifdzil Qur’an di Arab Saudi tahun 2018, serta beberapa kali tampil di televisi nasional, seperti Damai Indonesiaku TV One dan Cahaya Hati iNews TV.
Kini, dengan semangat dan keikhlasan, Dasuki melangkah lebih jauh: mengharumkan nama Indonesia di ajang MTQ Internasional Kroasia.
“Semoga Allah mudahkan perjuangannya, diberi kelancaran, keberkahan, dan kemenangan bersama Kalamullah,” doa yang mengiringinya dalam poster resmi dukungan keberangkatannya.
Bagi Dasuki, setiap prestasi yang diraih bukan semata hasil usaha pribadi, melainkan buah dari doa dan bimbingan orang tuanya. “Disiplin, ikhtiar, serta dedikasi adalah kunci utama,” ujarnya singkat ketika ditanya rahasia di balik pencapaiannya.
Ayahnya, Dadang Abdul Mu’in, tak kuasa menyembunyikan rasa bangga. “Sebagai orang tua, saya hanya berharap ia tetap istiqamah, rendah hati, dan menjadikan ilmunya bermanfaat bagi umat,” tuturnya haru.
Perjalanan Dasuki membuktikan bahwa pemuda daerah pun mampu menembus panggung dunia dengan cahaya Al-Qur’an. Dari lorong-lorong kecil Sungailiat, kini suaranya bergema hingga ke belahan Eropa, membawa nama Indonesia ke pentas internasional.












