Puisi  

“Reuni Dadakan, Dari Wisuda ke Auditorium”

karya Yanto In Action:

Masa Lalu Terlintas Reuni dadakan, hati berdebar kencang,

Dari wisuda hingga kini, waktu terbang.

Kenangan kampus terlintas, tawa dan canda,

Gaya tetap anak muda, semangat membara.

 

Bertemu KembaliDari bangku kuliah, kini di auditorium,

Bertemu kembali, senyum merekah harum.

Wajah-wajah lama, cerita baru terukir,

Gaya tetap anak muda, tak pernah terusir.

 

Tugas Akhir TerkenangTugas akhir dulu, bikin kepala pening,

Kini sukses berkarya, hati riang gembira.

Skripsi berjilid tebal, kini jadi kenangan,

Gaya tetap anak muda, semangat perjuangan.

 

Sahabat SejatiSahabat sejati, tak lekang oleh waktu,

Dari kampus hingga kini, tetap bersatu.

Suka duka bersama, kini bahagia menyapa,

Gaya tetap anak muda, persahabatan terjaga.

 

Auditorium BerceritaAuditorium megah, menjadi saksi bisu,

Pertemuan kita hari ini, penuh haru.

Kisah-kisah lama, kembali terungkap,

Gaya tetap anak muda, semangat tak redup.

 

Kebahagiaan SederhanaKebahagiaan sederhana, bertemu teman lama,

Tertawa bersama, melupakan semua duka.

Dari wisuda hingga kini, kita tetap sama,

Gaya tetap anak muda, semangat membara.

 

Semangat BerkaryaSemangat berkarya, terus membara di dada,

Dari kampus hingga kini, tak pernah reda.

Ilmu yang didapat, kita amalkan bersama,

Gaya tetap anak muda, untuk Indonesia jaya.

 

Kenangan AbadiKenangan ini abadi, terukir dalam hati,

Reuni dadakan ini, sangat berarti.

Dari wisuda ke auditorium, kita tetap satu,

Gaya tetap anak muda, selalu bersatu.

Respon (0)

  1. Tuk Saudara ku sebangsa_setana air, teruslah berkarya dalam senggang waktu yang tersedia, tersedia dimana pun engkau berada.
    Kapan saja ❤, pikiran dan keheningan, “kemenepan” Jiwa_Rasa-Pangrasamu memberikan✨ penghiburan.
    Lanjutkan, aku selalu mendukung dari belakang dengan penuh tanggung jawab.

    L. A. Mamuk SMPA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *