Puisi  

Istidraj : Ketika diberi, Lalu di Lupakan

Karya: Yanto In Action 

 

Harta mengalir, pintu rezeki terbuka lebar,

ia tertawa lebar, merasa langit pun tunduk kepadanya.

Tak sadar setiap nikmat yang makin menumpuk,

sedang mengangkatnya perlahan ke tepian jurang.

 

Diberi, lalu lupa; ditambah, lalu sombong,

ia kira rahmat, padahal sedang dikumpulkan untuk jatuh.

Istidraj hadiah yang mematikan, sebelum kehancuran datang.

Toboali,22 September 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *