Puisi  

Aksara untuk Penyair

Karya: Yoelch_Nyerupe

 

Ku awali dengan menyebut nama mu…

Bagai gurindam malam di tepian telaga sunyi di sela bunyi…

Gemercik air menari saat purnama akan kembali…

Api api yang menjilat kini rebah menjadi bara…

Menanti di selimuti embun…

Aku hanya terpaku pada cahaya redup…

Antara bayang bayang asap di sapu bayu merayu pergi…

Rotasi waktu terus menggilas masa yang pasrah memuja…

Tiada keabadian adalah fakta bersareat nyata…

Tentang hidup dan kehidupan…

Tentang mati dan kematian…

Menanti pasti untuk kembali…

Sang penyair dalam aksara zikir…

Tersenyum dalam diam…Tanpa kata…

Berbisik lewat tetes tetes air mata…

Semburat bangga menguntai do’a…

Tak kan hilang puisi di bumi…walau masa kan berganti…

Puisi tak akan mati…

Sang penyair dalam aksara zikir…

Aku di sini melafaz kata…Tentang mu…

Tentang aksara penuh makna…Tentang derai derai Cemara…

Tentang binatang jalang terbuang…

Tentang Aku…

Antara ada dan tiada…

Itulah rasa…(BP/ KM)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *