Puisi  

Pilar Cinta yang Diberkahi

Karya: Yanto In Action (Guru,Dan Pemulung Aksara)

Dari taman surga yang dibuka pertama kali,

Adam dan Hawa mengajarkan hakikat awal:

Cinta adalah ikatan yang diikat Allah,

Awal mula kebersamaan, fitrah yang sempurna nyata.

 

Muhammad dan Khadijah menjadi bukti nyata,

Bahwa jarak, waktu, dan ujian takkan memisahkan rasa;

Cinta yang setia meski terpisah rupa,

Tetap abadi terpatri di dalam jiwa.

 

Ayub yang sabar di tengah ujian berat,

Menunjukkan landasan yang kokoh dan nyata:

Kejujuran hati yang tak pernah luntur,

Menjadi pondasi cinta yang teguh dan terhormat.

 

Yusuf yang berdiri tegak di tengah godaan,

Mengajarkan modal terbesar menyatukan insan:

Kesetiaan yang tak tergoyahkan oleh keadaan,

Menjaga kehormatan dan keteguhan iman.

 

Ibrahim dan Hajar melangkah di padang tandus,

Menunjukkan cinta yang tertuju pada Sang Pencipta;

Saat hati terisi rindu kepada-Nya yang agung,

Nafsu pada rupa dunia perlahan sirna.

 

Ali dan Fatimah dalam kesederhanaan hidup,

Membuktikan cinta yang penuh berkah ilahi;

Tak ada balasan yang lebih indah dan memuai,

Selain kabar baik setelah lelah menunggu dengan ikhlas hati.

 

Inilah kebenaran yang terpahat jelas:

Cinta sejati bukan sekadar perasaan yang melayang,

Melainkan bangunan yang kokoh berlandaskan iman,

Terbina dari kejujuran, kesabaran, dan pengabdian,

Yang tumbuh, bertahan, dan diberkahi sepanjang zaman.

Toboali, Juni 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *