Sastra  

Black Coffee

Karya: Mamuk SMPA

 

Kopi tawar malam ini begitu membekas di dinding kamar kahanan

Menyeruak menawarkan mawar putih pengganti mawar merah yang terluka

Ruar harum kelopaknya memang tak sewangi karenanya

 

Namun cukup menggantikan senja kala

Ketika waktu memudar

Digantikan pagi berembun rindu

 

Kan menutup luka dalam sang Garuda

Gula Kelapa tak lagi bercahaya dipenuhi titik-titik “ndok kremak”

Terkoyak sana-sini kehilangan daya beli

 

L. A. Perwito Atmajan, 22062025 18.03.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *