Karya: Mamuk SMPA
Air mengalir begitu tenang, lembut dan mendinginkan “panasten”
Gemericiknya memberi penghiburan sambil menumbuhkan tunas-tunas tetumbuhan, jiwa dan batinku
Sekaligus menyegarkan tubuh, pikiran serta akal budi pekerti tubuh papa ini
Ketika rembulan mengintipnya kasihnya cintanya di kegelapan manusia
Yang gelap lebih gelap semakin gelap sangat gelap sangat gelap sekali
Sambil memendarkan kasih TAO, Allah, Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Tunggal
Kerna kecantikannya, kelembutannya, kecintaannya terhadap sesama makhluk
Memberikan setitik cahaya nya kepada manusia di titik terdalam kegelapannya
Di titik hadir kegelisahan terbesarnya
Di awal penyadaran murni kasih nya
Cintanya kepemilikan nya
Hingga menumbuh_kembangkan kembali tuk menjadi manusia-manusia yang sesungguhnya
Tuk menanti
Mengisi ruang waktu lubang-lubang hatinya
Dan bergembira bersama datangnya wisata ke destinasi wisata terindah terberkati terbahagia ketika Yamadioati menjemputnya tuk kembali bersamanya ke negeri//kampung halaman sejati
Dhuhur, 10032026 12.09.
