Puisi  

Air Dan Rembulan

Karya: Mamuk SMPA

 

Air mengalir begitu tenang, lembut dan mendinginkan “panasten”

Gemericiknya memberi penghiburan sambil menumbuhkan tunas-tunas tetumbuhan, jiwa dan batinku

Sekaligus menyegarkan tubuh, pikiran serta akal budi pekerti tubuh papa ini

 

Ketika rembulan mengintipnya kasihnya cintanya di kegelapan manusia

Yang gelap lebih gelap semakin gelap sangat gelap sangat gelap sekali

Sambil memendarkan kasih TAO, Allah, Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Tunggal

 

Kerna kecantikannya, kelembutannya, kecintaannya terhadap sesama makhluk

Memberikan setitik cahaya nya kepada manusia di titik terdalam kegelapannya

Di titik hadir kegelisahan terbesarnya

 

Di awal penyadaran murni kasih nya

Cintanya kepemilikan nya

Hingga menumbuh_kembangkan kembali tuk menjadi manusia-manusia yang sesungguhnya

 

Tuk menanti

Mengisi ruang waktu lubang-lubang hatinya

Dan bergembira bersama datangnya wisata ke destinasi wisata terindah terberkati terbahagia ketika Yamadioati menjemputnya tuk kembali bersamanya ke negeri//kampung halaman sejati

 

Dhuhur, 10032026 12.09.

Exit mobile version