Awan Keruh

Oleh: Ummi Sulis

 

Jalan di antara aura rusuh

Terlihat awan keruh

Bisa jadi ikut saksikan peluh-peluh

Bercampur harapan rapuh

Bagai keruhnya hidup para buruh

Bertabur lepuh

Tersiksa patuh

Meski bagai terteluh

Air mata luruh

Dalam jajaran tatap lusuh

Mereka tetap tengadah sendawuh

Berharap belas kasih dari pembuat hidup terbasuh

Mencari keadilan menatap awan-awan keruh

Dalam simpuh

Di setiap sujud meluruh

 

Fajar Indah, 10 April 2025

 

Ekstrinsik puisi:

Soneta (puisi 14 baris) ini terinspirasi dari peristiwa perdagangan manusia yang menimpa para pekerja Indonesia. Penulis ingin mengungkapkan kesedihannya tentang nasib para buruh di negeri orang yang kurang beruntung yang kasusnya sedang viral.

Semoga pemerintah melalui badan terkait dapat mengambil tindakan tegas terhadap kejadian ini (Ummi Sulis).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *