Laporan : Belva
Bekaespedia.com, Mentok, Bangka Barat — Ratusan mata, ribuan napas, puluhan mimpi bertemu malam ini, Jumat (7/11/2025) di Sport Hall Sejiran Setason. Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-14 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi bergulir dan langsung menjadi panggung kebangkitan nilai Islam yang tak lagi sekadar ditanamkan sebagai ajang kompetisi, tetapi sebagai gerakan spiritual bersama masyarakat pesisir kepulauan.
Acara pembukaan MTQH XIV ini dijadwalkan dibuka oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, sekaligus mempertegas komitmen provinsi memberi ruang besar bagi kebangkitan nilai keislaman.
“Kami dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten Bangka Barat yang menjadi tuan rumah MTQH XIV ini. Setiap tahun kegiatan MTQH kita selenggarakan, dan setiap tahun kami berkomitmen menambah kemeriahan acara ini, agar nilai dan potensi islami dapat mengalir semakin kuat di masyarakat Bangka Belitung,” kata Gubernur Hidayat Arsani.
Sementara Bupati Bangka Barat, Markus, S.H, menyebut kesuksesan MTQH XIV ini bukan sekadar kerja mandiri. Ada kekuatan kolektif rakyat dan institusi yang menopang.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi Forkopimda serta sponsor dari BUMN dan BUMD yang telah bersama mensukseskan MTQH XIV ini. Dengan kegiatan ini, nilai keberagamaan di Bangka Barat harus kita tingkatkan dengan menggali makna kitab suci masing-masing, agar Bangka Barat menjadi negeri Sejiran Setason yang berdaulat pada nilai luhur keagamaan,” kata Markus.
MTQH XIV berlangsung selama lima hari, 7–12 November 2025. Pada pembukaan malam ini, panitia menghadirkan Qori Internasional yang pernah membawa nama Indonesia hingga Kroasia. Sidarta Gautama selaku Ketua Pelaksana memastikan sajian yang tampil bukan sekadar formalitas.
“Acara ini berlangsung lima hari, dari 7 sampai 12 November. Pembukaan malam ini penuh pertunjukan menarik. Kami datangkan Qori internasional dari yang pernah membawa harum Indonesia di Kroasia. Kami mengundang masyarakat untuk hadir dan meramaikan,” kata Sidarta.
Di luar panggung utama, bazar UMKM disiapkan sebagai ruang ekonomi rakyat: kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga fashion Melayu Belitong ditampilkan sebagai denyut ekonomi yang tumbuh berdampingan dengan nilai spiritual.
Sekretaris Daerah Bangka Barat, Muhammad Soleh, menegaskan bahwa MTQH XIV menjadi ruang strategis mencetak kader Qur’ani untuk masa depan.
“Dengan adanya MTQH ini, kita bisa menggali bibit berbakat dari Bangka Barat dan Bangka Belitung menuju panggung internasional. Ini juga momentum meningkatkan literasi islami agar tergali maksimal dalam kehidupan masyarakat,” kata Soleh.
Namun lebih jauh dari balutan seremoni, publik malam ini menyaksikan sebuah proses menggali kembali kesadaran: bahwa ayat-ayat suci tidak pernah mati, hanya kerap terkubur oleh bisingnya dunia digital, oleh riuh rendah konten tanpa substansi, oleh generasi yang lupa bahwa detak nilai bangsa kita dibangun dari tradisi literasi wahyu. MTQH XIV di Bangka Barat membalikkan arah itu.
Ia bukan sekadar lomba suara. Ia adalah upaya memanggil kembali sumber cahaya, menghidupkan kembali telaga batin umat, mengajak masyarakat untuk kembali menajamkan lidahnya dalam nada maqamat, lalu menajamkan akalnya dalam mengerti makna ayat.
Malam ini di Sport Hall Sejiran Setason, suara tilawah bukan sekadar festival. Ia menjadi deklarasi bahwa kebangkitan Islam tidak datang dari bising politik, tidak datang dari panggung kampanye, tetapi dari suara anak-anak kecil bangsa yang lagi belajar huruf demi huruf kitab mulia itu.
Dari Mentok, dari tanah kecil ini di ujung barat Bangka Belitung, ayat-ayat Tuhan kembali dinyanyikan. Dan dari sini pula, masyarakat kembali diingatkan bahwa kebangkitan Islam bukan sesuatu yang ditunggu datang dari luar.
Ia dibangkitkan dari dalam, dari ayat demi ayat yang kembali dihidupkan.












