Bangka Selatan Ukir Prestasi Gemilang, Borong Tiga Medali di Timah Archery Competition 2026 Indoor Distance*

 

Laporan : Zulaikha

Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Prestasi membanggakan kembali dipersembahkan atlet-atlet panahan Kabupaten Bangka Selatan. Pada ajang Timah Archery Competition 2026 Indoor Distance, kontingen Bangka Selatan sukses mengukir hasil membanggakan dengan memboyong satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga panahan di Bangka Selatan terus berkembang dan mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.

Kejuaraan yang digelar di Lapangan Panahan PT Timah (Persero) Tbk, Pangkalpinang, pada 25–27 Juli 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-50 PT Timah (Persero) Tbk dengan mengusung tema “Timah untuk Rakyat”. Sebanyak 192 atlet dari berbagai klub panahan turut ambil bagian dalam kejuaraan bergengsi tersebut.

Kompetisi mempertandingkan sejumlah divisi, yakni Recurve, Compound, Standar Nasional, Standar Nasional U-13, Barebow, hingga Barebow Internal Pemula, dengan format pertandingan Indoor Distance 18 Meter yang menuntut konsentrasi tinggi, ketepatan bidikan, serta mental bertanding yang kuat.

Sorotan utama datang dari Yuliati yang tampil luar biasa pada Kategori Barebow Women 18 Meter (Open). Atlet Pena Archery Club tersebut berhasil mempersembahkan medali emas setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang pertandingan. Keberhasilan ini bukanlah sebuah kejutan, mengingat Yuliati telah lama dikenal sebagai salah satu atlet barebow andalan Bangka Selatan yang kerap naik podium dalam berbagai kejuaraan.

Prestasi tersebut semakin istimewa karena Yuliati baru saja kembali dari ajang internasional Malaysia Barebow Asia Championship 2026 yang berlangsung pada April lalu. Kesempatan mewakili Indonesia di kejuaraan tingkat Asia menjadi pengalaman berharga yang semakin mematangkan kemampuan dan mental bertandingnya. Raihan emas di Timah Archery Competition 2026 menjadi bukti bahwa pengalaman internasional tersebut mampu diterjemahkan menjadi prestasi di arena nasional.

Tak kalah membanggakan, Fakhira Maritza dari Junjung Besaoh Archery Club kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu atlet muda berbakat Bangka Selatan. Pada Kategori Standar Nasional Women 18 Meter (Open), Fakhira berhasil mengamankan medali perak setelah melalui persaingan yang ketat.

Fakhira yang kini tercatat sebagai siswi SMP Negeri 1 Toboali merupakan putri dari pasangan Bapak Zamdi dan Ibu Dini. Sejak usia dini, ia telah menekuni olahraga panahan dan secara konsisten mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat daerah. Ketekunan menjalani latihan, disiplin, serta semangat untuk terus berkembang menjadikan Fakhira sebagai salah satu atlet muda yang terus menunjukkan grafik prestasi positif.

Bagi Fakhira, medali perak ini bukan sekadar tambahan koleksi prestasi, melainkan hasil dari proses panjang yang dijalani bersama keluarga, pelatih, dan klub. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda lainnya bahwa kerja keras dan komitmen akan selalu menemukan hasil terbaik.

Kejutan membanggakan juga datang dari Nany Guningsih dari Pena Archery Club. Pada penampilan perdananya di sebuah kompetisi resmi, Nany berhasil meraih medali perunggu pada Kategori Barebow Women 18 Meter (Open). Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat dirinya langsung mampu naik podium di tengah persaingan yang diikuti atlet-atlet berpengalaman.

Baik Yuliati maupun Nany Guningsih merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan. Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, keduanya tetap mampu membagi waktu untuk berlatih dan berkompetisi hingga mengharumkan nama daerah. Prestasi ini menunjukkan bahwa dedikasi terhadap profesi dapat berjalan beriringan dengan semangat untuk terus berprestasi di bidang olahraga.

Keberhasilan tiga atlet tersebut juga tidak terlepas dari peran klub-klub panahan di Bangka Selatan yang terus melakukan pembinaan secara berkelanjutan. Melalui latihan rutin, pendampingan pelatih, serta kesempatan mengikuti berbagai kompetisi, lahir atlet-atlet yang memiliki kemampuan teknik sekaligus mental juara.

Timah Archery Competition 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi para pemanah dari berbagai daerah. Setiap pertandingan memperlihatkan nilai-nilai sportivitas, saling menghormati antarpeserta, serta semangat untuk terus mengembangkan prestasi olahraga panahan di Indonesia.

Raihan satu medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Kabupaten Bangka Selatan. Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa daerah berjuluk Junjung Besaoh memiliki potensi besar dalam melahirkan atlet-atlet panahan berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional, nasional, bahkan internasional.

Ke depan, capaian ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda Bangka Selatan untuk semakin mencintai olahraga panahan. Dengan dukungan keluarga, klub, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan, bukan tidak mungkin akan lahir lebih banyak atlet yang mampu mengibarkan nama Bangka Selatan di podium-podium bergengsi, membawa semangat juang, disiplin, dan sportivitas sebagai identitas utama setiap pemanah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *