Puisi  

Bayang yang Tak Pernah Pudar

Karya: Yanto In Action 

Di relung hati, benih kebaikan bersemai,

Tak peduli angin ragu menyapu wajahnya.

Janji bisik pada cermin pagi yang kelam,

“Aku takkan layu, walau dunia lupa namaku.”

Tetes embun di daun, diragukan mentari,

Dihapus awan hitam, tapi akarnya dalam.

Kebaikanmu sungai, mengalir tanpa suara,

Meski tepian manusia tak pernah bertepuk tangan.

Lupakan pujian palsu, biarkan dusta beterbangan,

Seperti burung malam yang haus darah pengakuan.

Kau penjaga api di gua gelap jiwa,

Tak redup, meski badai menjerit ‘sia-sia’.

Akhirnya, Tuhan tatap dari singgasana abadi,

Menimbang timbanganmu, emas murni tak ternoda.

 

Toboali,16 Februari 2026

Bayang kebaikanmu tak pudar di buku-Nya,

Janji itu kekal, selamanya jadi mahkota.

Exit mobile version