Benturan di Senja Hari: Jeritan di Balik Kecelakaan 3 Mobil Beruntun Desa Tebing

Laporan : Belva Al Akhab

Bekaespedia.com, Tebing – Bangka Barat, -Senja yang seharusnya menjadi waktu pulang dan beristirahat, berubah menjadi mimpi buruk bagi warga Desa Tebing, Kamis (31/07/2025). Jalan utama yang biasanya ramai dilewati kendaraan antar kota, sore itu dipenuhi suara dentuman, jeritan panik, dan bau menyengat solar yang tumpah di aspal panas.

 

Sebuah kecelakaan beruntun terjadi tepat di depan Warung Makan 3 Bersaudara, hanya beberapa menit setelah adzan Ashar berkumandang. Tiga kendaraan roda empat sebuah truk pengangkut solar, mobil Ford Ranger, dan sebuah minibus putih terlibat dalam tabrakan keras yang mengakibatkan satu orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

 

Di tengah kepanikan dan kekacauan, hanya satu saksi mata yang sempat merekam dengan jelas detik-detik awal tragedi ini.

 

Pria berinisial S, sopir truk yang saat itu tengah melaju dari Pangkalpinang menuju Muntok, tampak masih terguncang saat ditemui wartawan.

 

“Saya cuma mau singgah sebentar makan, badan lelah dari pagi. Saya pelankan mobil, nyalakan lampu sein kanan… tunggu mobil dari arah berlawanan lewat, baru saya belok ke rumah makan,” tuturnya, matanya menatap kosong ke arah bekas tabrakan.

 

Namun, ketika ia baru saja memarkir truk di halaman rumah makan, dari arah sebaliknya Mentok menuju Pangkalpinang muncul sebuah truk lain bermuatan solar, melaju dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut diduga hilang kendali dan membanting setir ke jalur kanan, tepat ke arah dua kendaraan yang datang dari depan.

 

Benturan tak terhindarkan. Ford Ranger yang berada di jalur lurus tertabrak lebih dulu, disusul oleh minibus yang menghantam bagian belakang dengan keras. Seketika, jalanan menjadi lautan suara: benturan besi, kaca pecah, teriakan minta tolong, dan sirene ambulans yang datang terlambat untuk menghentikan waktu.

 

Pantauan di lokasi menunjukkan gambaran memilukan. Truk pengangkut solar mengalami kerusakan parah di bagian depan, tangkinya bocor dan menumpahkan bahan bakar ke badan jalan. Mobil Ford Ranger hancur, dengan bagian depan yang remuk hingga tidak lagi menyerupai mobil. Minibus putih tergencet di antara dua kendaraan besar, dengan kaca depan pecah dan bodi depan melipat masuk.

 

Namun dari kekacauan itu, lahir pula solidaritas. Warga Desa Tebing berlari ke lokasi, bukan untuk menonton, tapi untuk menyelamatkan. Beberapa membawa sekop, karung, dan pasir dari halaman rumah mereka untuk menyerap genangan solar yang meluber. Mereka paham, satu tumpahan lagi bisa mengakibatkan kecelakaan susulan.

 

“Yang kami pikirkan cuma jangan sampai ada yang tergelincir lagi. Jalan ini ramai, tiap menit ada mobil lewat,” ucap seorang warga sambil terus menyebar pasir di atas solar yang mengkilap di bawah matahari sore.

 

Petugas kepolisian datang sekitar 30 menit setelah kejadian, langsung mengatur lalu lintas dan memulai olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Minibus yang ringsek dievakuasi dengan mobil derek, sementara dua kendaraan lainnya ditarik menjauh dari jalan utama.

 

Kecelakaan ini menjadi catatan kelam sekaligus teguran keras bagi semua pengguna jalan. Jalan lintas bukan arena balap. Setiap kendaraan yang melaju, mengangkut lebih dari sekadar mesin ia membawa nyawa manusia.

 

Kapolsek Kelapa masih diupayakan untuk konfirmasi secara rilis resmi tentang kronologi kejadian kecelakaan beruntun ini, total jumlah kerusakan nilai material dan jumlah korban jiwa maupun luka-luka.

 

Sore itu, Desa Tebing tidak akan pernah sama. Warung Makan 3 Bersaudara yang biasanya riuh dengan obrolan para sopir kini sunyi. Aspal jalan yang tadi disiram pasir masih menyisakan bau solar, dan keluarga dari mereka yang menjadi korban kini harus menata ulang hidup yang porak-poranda oleh kejadian yang bisa jadi sebenarnya bisa dihindari.

 

Karena di balik setiap setir, ada tanggung jawab yang tak bisa disepelekan. Karena di balik setiap perjalanan, ada keluarga yang menunggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *