Puisi  

Cahaya di Atas Kasidah Sang Nabi di 1447 H

 

Karya: Yanto In Action

 

Di cakrawala hati, nur Muhammad bersinar,

Kasihnya abadi, tak lekang ditelan zaman.

Seribu empat ratus empat puluh tujuh,

Rindu bersemi, di setiap hembusan napas.

 

Dari bumi Laskar Pelangi serumpun sebalai, syair kurajut,

Untukmu Nabi, yang berakhlak lembut.

Kasidah cinta, kulantunkan syahdu,

Di setiap waktu, engkau teladan hidupku.

 

Bulan agung, saksi bisu kelahiranmu,

Rahmat semesta, tercurah padamu.

Cahaya di atas cahaya, engkaulah sumbernya,

Kasih-Mu abadi, sepanjang masa.

 

Di setiap sujud, nama-Mu kusebut lirih,

Harap syafaat, di hari akhir yang pedih.

Dari tanah jungjung Besaoh, doa kukirimkan,

Untukmu Nabi, junjungan sekalian alam.

 

Di malam sunyi, munajat kupanjatkan,

Semoga umatmu, selalu dalam lindungan Tuhan.

Cahaya di atas kasidah, kupersembahkan ikhlas,

Untukmu Nabi, yang tak pernah kulupakan.

 

Syair ini kuukir, dengan tinta air mata,

Untukmu Nabi, yang selalu kurindu di dada.

Cahaya di atas kasidah, kuhias indah,

Untukmu Nabi, yang tak pernah lelah membimbing.

 

Dari Yanto In Action, syair ini mengalir deras,

Semoga cinta-Mu, selalu hadir tak terbatas.

Di setiap langkah, di setiap jiwa yang resah,

Engkaulah Nabi, kebanggaan seluruh umat.

 

Di bulan kelahiranmu, syukur kupanjatkan tinggi,

Atas anugerah-Mu, ya Rasulullah yang suci.

Cahaya di atas kasidah, kupersembahkan tulus hati,

Untukmu Nabi, yang tak pernah pupus di sanubari.

اللهم صل على سيدنا محمد ٣

BANGKA BELITUNG,26 Agustus 2025

—————————————-

بعك بلتوع،٣ربؤل اول ١٤٤٧ ٥

Exit mobile version