Bukan berarti cinta itu keliru dan salah
Saat kecewa menyapa tanpa diduga
Manusia memang takkan pernah sempurna
Bisa lalai, salah sangka, tak sanggup menunaikan janji
Harapan kerap melayang terlalu tinggi
Padahal diri pun belum paham hakikatnya
Jika hati enggan belajar menerima
Sedikit retak terasa seperti runtuh sepenuhnya
Menerima bukan berarti rela diinjak
Bukan pasrah dihina tanpa perlawanan
Hanya paham: cinta dan luka bersanding erat
Seperti siang dan malam yang tak terpisahkan
Tak perlu buru‑buru membenci saat terluka
Tak perlu memutus benang hanya karena goresan
Itulah tanda hati perlahan tumbuh dewasa
Mengerti rasa tanpa hilang pertimbangan
Memaafkan itu bijak, bukan berarti lemah
Melepaskan beban agar napas kembali lega
Menjaga batas adalah harga diri sendiri
Supaya tak diinjak seenaknya orang lain
Tetaplah berkasih walau pernah dikhianati
Tetaplah percaya walau pernah disakiti
Cinta indah tak luntur oleh satu kekeliruan
Ia ditempa justru lewat ujian yang berat
Cinta sejati tak menuntut kemutlakan
Ia merawat kekurangan dengan sabar
Mengerti bahwa perjalanan tak selamanya rata
Ada tanjakan, jurang, juga jalan yang terjal
Akhirnya kita belajar mencintai dengan benar
Memuliakan diri, juga menghargai dia
Bahagia dibangun di atas hati yang matang
Bukan dari harapan yang tak berpijak nyata












