Dengan syal Palestina di lehernya, Abdullah Mengisahkan Luka Yang Membuat Ruangan Terdiam.

Oleh: Putri Simba

Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Kamis 27 November 2025 pukul 19.59 WIB Gus volunteer berkolaborasi dengan tbm Arisya juga podcast bersuara menggelar acara bincang santai Palestina in talks. Bincang santai ini berlangsung hangat di rumah dinas wakil gubernur Bangka Belitung yang menghadirkan penuh suasana haru serta kekeluargaan.

Bincang santai ini di hadiri langsung oleh ibu wakil gubernur Babel Hellyana ,SH, presiden direktur Al quds volunteer Indonesia bapak Gunawan,Al quds volunteer Indonesia provinsi Babel,podcaster bersuara bapak Arifin dan relawan muda tbm Arisya.

Suasana berubah menjadi haru ketika Abdullah adik asal Palestina yang berpakaian rapi dengan syal yang melingkar di lehernya mulai menceritakan sedikit kisahnya. “Saya bukan tidak mau pulang ke Palestina tetapi memang jarang ada pesawat yang pulang ke Palestina.” Ujarnya.

Ia Lalu melanjutkan kisah tentang pamannya yang pernah menyala petasan. Abdullah juga bercerita tentang anak-anak di kampungnya palestina yang kehilangan kaki akibat bom tetapi tetap berani.

“Om saya itu pernah nyalain petasan dan menghadapnya itu salah seharusnya ke atas tapi kebawah bahkan berkali-kali tapi om saya diam saja. Saudara kita di Palestina tidak takut mati syahid kenapa karena ia percaya Allah SWT selalu ada. Ibu-ibu di Palestina anaknya dari Sayyid ada yang kena bom terbakar kehilangan kakinya karena katanya Allah itu yang mati di Palestina matinya said tidak seperti Indonesia kalo Indonesia itu mati ya udah kubur” katanya kembali

Ruangan yang semula ramai berubah hening. Ibu Wakil Gubernur, yang duduk tepat di hadapan Abdullah, tampak tak bisa menahan air mata

Ruangan yang semulanya ramai berubah hening. Ibu wakil gubernur yang duduk tepat di samping Abdullah tampak tak bisa menahan air mata yang dimana exsperesi wajah beliau menunjukkan bahwa cerita Palestina ini menembus hati yang paling dalam.Bincang santai malam itu tak hanya menjadi diskusi. Iya berubah menjadi ruang empati yang mendalam, tempat setiap orang di ruangan diingatkan bahwa Palestina bukan sekedar berita melainkan rumah bagi anak-anak seperti Abdullah yang masih menyimpan harapan untuk pulang.

Pangkalpinang 27 November 2025

Exit mobile version