Bekaespedia.com, Pangkalpinang,- Musyawarah Kafilah (Musykaf) ke -III Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Penuntun Depati Amir Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung resmi ditutup pada Sabtu (17/01/2026) siang.
Musyawarah yang sudah berlangsung selama dua hari ini mengusung tema ” Spirit Musyawarah sebagai jalan pengabdian penuntun Hizbul Wathan”.
Penutupan diawali dengan pembacaan basmalah, yang menjadi penanda bahwa seluruh rangkaian kegiatan Musyawarah telah terlaksana.
Ketua PK IMM Buya Hamka, Isham dan Formatur DPM Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, ikut membersamai penutupan musyawarah ini.
Momen paling menegangkan terjadi saat rangkaian sidang pleno IV. Ketukan palu pimpinan sidang, penghitungan suara, serta proses penetapan formatur menjadi detik-detik yang menguji kesabaran dan kedewasaan seluruh peserta. Setiap keputusan lahir melalui proses musyawarah yang tidak mudah dan penuh pembelajaran.
Ketegangan perlahan mencair ketika di putar vidio perjalanan kepengurusan periode 2025/2026. Tayangan tersebut merekam perjalanan 1 tahun kepengurusan mulai dari dinamika awal, kebersamaan dalam kegiatan, hingga liku-liku perjuangan yang membuat tangis haru pecah diruangan, menandai betapa kuatnya ikatan emosional yang terbangun selama ini.
Dalam sambutannya ketua Kafilah GK HW Unmuh Babel Sayied Agiel Yusuf menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan selama masa kepengurusan.
“Terima kasih atas kontribusi dedikasinya dan pada hari ini kita bisa melihat kembali lika- liku yang telah dilalui. Jika kalian tidak ingin repot, bersedih, jangan masuk kepanduan ini karena disini akan penuh medan-medan yang tidak disangka,” tuturnya dengan suara bergetar menahan air mata bahagia.
Ia menitipkan kepengurusan kepada pengurus baru agar menjadikan Hizbul Wathan sebagai rumah kaderisasi, medan pembentukan diri, serta wadah merawat nilai kepanduan keislaman.
“Semoga semuanya senantiasa tumbuh untuk persyarikatan bangsa dan saya percaya HW tidak pernah kekurangan anggota. Karena organisasi tidak membutuhkan siapa yang hebat tapi siapa yang royal. Maka apapun yang terjadi di organisasi kita tetaplah berdiri di perahu organisasi kita,” tegasnya.
Sementara itu pembina GK HW Unmuh Babel Ramanda Rifki Hanif Setiawan dalam sambutannya menekankan pentingnya Musyawarah sebagai proses pendidikan organisasi. Ia mengajak kepengurusan yang baru untuk bergerak bersama, terarah dan menjaga semangat kebersamaan demi keberlanjutan organisasi.
“Musyawarah itu tidak sembarangan. Di sinilah kita belajar berpikir, bersabar, dan berproses bersama. Jangan bergerak sendiri, tetapi bergeraklah bersama dan terarah agar kepanduan Hizbul Wathan Unmuh Babel terus berlanjut. Silahkan terbang tapi terbang dengan terarah supaya HW bisa berpenghasilan mandiri dan tetap semangat untuk menjalankan hidup,” pungkasnya.
Musyawarah ke-III ini menghasilkan 7 formatur terpilih periode 2026/2027, diantaranya;
Ketua: Ayunda Artika Salsabilla
Sekertaris: Ayunda Zambiatun Hasanah
Bendahara: Ayunda Olyvia Azzahra
Wakil ketua 1 : Rakanda Iman
Wakil ketua 2 : Ayunda Nur Alini
Wakil ketua 3: Ayunda Alisa
Wakil ketua 4: Ayunda Amelia
Sementara ketua terpilih, Ayunda Artika Salsabilla mengungkapkan rasa syukur sekaligus tanggung jawab besar yang dipikulnya. “Innalilahi wa innailaihi rojiun, turut berdukacita, karena ini adalah sebuah amanah dan tanggung jawab besar bagi saya. Marilah kita melangkah maju bersama untuk Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Karena HW tidak butuh kita, tapi kitalah yang membutuhkan HW untuk berproses, bertumbuh, dan berkembang.” ujarnya
Salah satu pandu muda Hizbul Wathan, Nurhasanah mengungkapkan perasaannya selama mengikuti musykaf ke-III ini.
“Suasana tegang itu wajar hadir ketika kegiatan berlangsung. Apalagi kalau ada pendapat, tekanan waktu ataupun tanggung jawab besar. Tetapi itu merupakan pembelajaran berharga. Saya jadi tahu bagaimana perjalanan sidang berlangsung. Atmosfer tegang justru melatih mental keberanian, berbicara dan kemampuan menyampaikan pendapat dengan tenang. Kegiatan ini seru dan menantang, meski sempat tegang, setidaknya saya dapat memahami proses sidang dan kerjasama dalam organisasi dan semoga kedepannya sidang lebih tertib dan tetap menjadi wadah belajar bersama,” ungkap Nurhasanah.
Acara penutupan Musykaf ke-III berjalan lancar dan di tutup dengan sesi foto bersama. Haru, dan senyum bahagia menjadi penanda kehangatan dan kebersamaan yang hadir dalam penutupan Musykaf ke-III ini. (BP)












