Di Hari Anak Nasional: Dari Kepulauan Riau Menggema Pendidikan Aman, Inklusif dan Bermutu

Bekaespedia.com, Tanjung Pinang,- Laut yang memisahkan pulau-pulau di Kepulauan Riau tak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan. Di momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026, pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmen bersama bahwa setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, berhak menikmati pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan berkualitas.

Komitmen itu mengemuka dalam peringatan Hari Anak Nasional di Tanjungpinang. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperkuat sinergi melalui berbagai kebijakan yang tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga memastikan sekolah menjadi ruang yang melindungi dan mengembangkan potensi setiap anak.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa kualitas masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diterima anak-anak hari ini.

“Anak-anak Indonesia adalah harapan masa depan Indonesia yang lebih baik. Oleh karenanya, anak-anak kita harus diberi kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas agar mereka betul-betul dapat menjadi harapan kita untuk mencapai Indonesia yang lebih baik,” ujar Atip Latipulhayat saat peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Tanjungpinang, Kamis (23/7).

Menurut Atip, membangun generasi unggul bukan sekadar menyediakan ruang belajar, melainkan memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan dan fasilitas pendidikan yang setara. Ia menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju.

“Untuk mencapai masa depan yang lebih baik dari sekarang, tentunya harus mempersiapkan pendidikan yang lebih baik, pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak kita. Oleh karenanya, anak-anak kita harus diberi kesempatan dan fasilitas pendidikan yang juga berkualitas agar mereka betul-betul dapat menjadi harapan kita untuk mencapai Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Semangat itu disambut Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dengan berbagai langkah konkret. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Andi Agung, mengatakan pemerintah daerah memastikan seluruh anak memperoleh hak pendidikan tanpa diskriminasi, baik berdasarkan kondisi sosial, ekonomi maupun letak geografis.

Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memberikan rasa aman dan ruang tumbuh bagi setiap peserta didik.

“Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan akses dan mutu layanan pendidikan, peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan, serta penguatan lingkungan belajar yang ramah anak. Sekolah tidak hanya harus menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, berkembang, berekspresi, berkreasi dan membangun karakter,” ujar Andi Agung dalam keterangan terpisah, Jumat (24/7).

Komitmen tersebut diperkuat melalui sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 43 Tahun 2025 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif, petunjuk teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, serta pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, sekolah yang ideal adalah sekolah yang bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi.

“Kami juga terus mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan berbagai bentuk perlakuan yang dapat menghambat tumbuh kembang anak. Karena bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, setiap anak adalah aset dan masa depan daerah yang harus mendapatkan kesempatan terbaik untuk berkembang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya,” tegas Andi Agung.

Tidak berhenti pada pemerataan akses, pemerintah daerah juga memfokuskan peningkatan mutu pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter, serta pengembangan minat dan bakat peserta didik. Berbagai kegiatan seni, olahraga, sains, pembiasaan budaya positif di sekolah hingga kolaborasi dengan orang tua, masyarakat, dan Unit Pelaksana Teknis Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) menjadi bagian dari strategi membangun lingkungan belajar yang sehat.

“Kami ingin anak-anak Kepulauan Riau tidak hanya menjadi anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, sehat, kreatif, mandiri, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat,” ujar Andi Agung.

Untuk memastikan seluruh program berjalan efektif, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara berkelanjutan memantau berbagai indikator pembangunan pendidikan, mulai dari Angka Partisipasi Sekolah (APS), Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM), angka putus sekolah, capaian akreditasi satuan pendidikan, ketersediaan guru dan tenaga kependidikan, hingga perkembangan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Di Hari Anak Nasional 2026, pesan yang lahir dari Kepulauan Riau menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar hak konstitusional, melainkan fondasi masa depan bangsa. Ketika pemerintah pusat dan daerah berjalan seiring menghadirkan sekolah yang aman, inklusif dan bermutu, harapan untuk melahirkan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter dan berdaya saing semakin nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *