Di hamparan hijau Sawah Pakuwan nan indah,
Jalan mulus terhampar, bak sirkuit Mandalika megah.
Langkah tegap menyapa angin yang berhembus lembut,
Pesona alam tercipta, damai dan begitu nikmat.
Dua sahabat jauh, dari negeri Tiongkok datang,
Terpesona keindahan, bak lukisan yang terhampar nyata.
Berfoto di tengah rimbun padi yang menghijau,
Menjembatani budaya, rasa persahabatan terjalin erat.
Jalan beraspal rata, lurus membelah persawahan,
Bukan sekadar lintasan, tapi jejak kemajuan.
Seperti sirkuit juara yang bikin dunia menoleh,
Di sini pun alam dan peradaban bersanding indah.
Hijau padi bergoyang, menyapa mata yang memandang,
Kekayaan bumi ini, anugerah Sang Pencipta agung.
Kita rawat, kita jaga, lestari sepanjang masa,
Agar keindahan ini abadi, jadi warisan bangsa.
Bapak-bapak berjiwa muda, tegap dan penuh pesona,
Di tengah alam asri, semangat makin membara.
Buktikan usia hanyalah angka di lembar waktu,
Semangat pantang mundur, kekuatan jiwa yang sejati.
Turis asing terkesima, melihat keelokan ini,
Alam yang terawat, jalan yang rapi dan berarti.
Indonesia berpesona, di setiap sudut tanahnya,
Siap menyapa dunia, bukti kekayaan tiada tara.
Di Pakuwan ini, belajar makna perjalanan hidup,
Seperti jalan mulus, kadang terjal, kadang permai.
Namun dengan semangat dan niat yang tulus ikhlas,
Setiap langkah yang diambil, akan sampai ke tujuan.
Mari terus berkarya, jaga alam dan persaudaraan,
Jadikan setiap tempat, indah dan bernilai kebanggaan.
Sawah Pakuwan kenangan, yang tertanam di sanubari,
Semangat dan keindahan, abadi sepanjang hari.
Indonesia, 3Juni 2026
