Puisi  

Diam

Karya: Mamuk SPMA

 

Diam

Tepekur

Menyepi dalam diam

 

Namun tidak kesepian

Membersamai malam-malam basah

Kerna dirimu dirinya juga mereka

 

Tapak-tapak kaki kecil membekas di musim hujan

Hilir-mudik

Bayang-bayang pikiran rasa berlalu-lalang

 

Tak pernah kesepian

Dalam diam

Hening bening sepi

 

Hujan menderas bak sungai Brantas

Menghanyutkan sampah daki tubuh segala resah gelisah

Rasa jiwa raga

 

Ternyata puncak dalam diam adalah menulis dan menggambar

Menulis namamu

Menggambar wajahmu

 

Menggambar yang tak kan pernah tergambar

Tidak pernah terbaca

Dengan tinta maupun warna apa pun

 

Wu_Wei

Ya, Wu_Wei

Jika saatnya menulis maka menulis lah

 

Seandainya tergambarkan pun

Ya, menjadi sesuatu

Yang pantas menggambarkanmu

 

L. A. Gubuk Atmadjan, 01102025 08.46.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *