Bekaespedia.com, Namang, – Dalam menyemarakkan Ramadhan, DMI Bangka Belitung mengadakan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya safari ramadhan, sajadah fajar dan itikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Kegiatan Safari Ramadhan yang diawali dengan acara berbuka bersama, dilanjutkan dengan tausiyah dan tarawih, kali ini digelar di desa Celuak. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari perangkat desa, tokoh masyarakat dan pengurus serta jamaah masjid Al Muttaquun, Rabu (5/3/2025)
Dalam kesempatan ini rombongan DMI Bangka Belitung mengikusertakan belasan pengurus intinya, bertolak dari Pangkalpinang di pimpin langsung ketua Wilayah DMI Bangka Belitung Ust. M. Rasyid Ridho.
Dalam ceramahnya didepan ratusan jamaah, Ust. Rasyid Ridho mengajak para jama’ah untuk memakmurkan masjid. Menurutnya cara yang tepat adalah menjadikan masjid rumah untuk semua kalangan dari anak anak sampai orang tua, di jadikan tempat itikaf.
Selain itu, menurut ustadz Rasyid, agar para jama’ah betah, harus diperhatikan juga pendingin Ac dan juga karpetnya sehingga jamaah atau musafir nyaman untuk istirahat.
Rasyid berharap agar Jamaah mengedepankan pentingnya silaturahmi, Ukhuwah Islamiyah antar sesama agar tercipta komunikasi yang hangat dan ibadah pun menjadi nikmat.
“Itu lah mengapa pentingnya masyarakat diajak berjamaah dan makmurkan masjid supaya timbul keimanan dan ketakwaan dan pada akhirnya akan mendatangkan kemakmuran”, jelas Rasyid Ridho
“Allah SWT berfirman dalam Alquran jika penduduk satu negeri beriman dan bertaqwa maka Allah akan turunkan rezeki dari arah yg tidak disangka – sangka dan akan di jauhkan dari bala dan bencana”, lanjut Rasyid mengutip ayat Al Qur’an
Hampir senada dengan ust. Rasyid Ridho, ketua masjid Al Mutaqqun desa Celuak kecamatan Simpang Katis kabupaten Bangka Tengah H. Sailan mengatakan bahwa modal terbesar untuk memakmurkan masjid adalah kekompakan jamaah,
“Salah satu modal terbesar kita untuk memakmurkan masjid kita adalah kekompakan kita, jama’ah semua. Untuk itu mari kita bersatu dan bersama-sama memakmurkan masjid kita”, kata H. Sailan (Murar)












