Karya: Ahmad Gusairi
Tertata apik indah nan asri
Sederhana menyatu dengan alam
Sarat kan tanda, makna, dan filosofis hidup
Miniatur kompleks Urang Lom Gedong Memarong
Aik Abik Suku Mapor Bangka Belitung
Ramah lingkungan begitu pula masyarakatnya
Orang menyebutnya Urang Lom
Masih kuat memegang adat tradisi leluhur
Yang kian tergerus, tergusur modernisasi
Mereka masyarakat awal penghuni pulau Bangka
Suku Mapor suku Melayu Bangka
Kita dari alam, untuk alam, kembali ke alam
Hukum alam yang berlaku
Kini itu sudah langka
Seiring langkanya daya dukung alam
Tak kuasa lagi menahan perubahan ekosistem
Pola alam, pola hidup, pola pikir manusia
Akankah ini lestari?
Apakah akan terjaga?
Dalam kehidupan yang makin dinamis
Teknologi muktahir yang makin canggih
Kehidupan masyarakat yang makin individualis
Mampukah generasi masyarakat Suku Mapor mempertahankan tradisi leluhurnya
Meski mereka sudah jadi Urang Lah
Menanggalkan kepercayaan leluhurnya
Sudah mengenal Agama dan Tuhan
Sudah mengeyam Pendidikan
Sudah memanfaatkan Teknologi
Sudah menggunakan fasilitas kekinian
Mereka yang tahu
Hukum alam yang mengatur
Semoga tak hilang dan tak lekang
Diterjang derasnya arus kehidupan modern
Wallahu A’lam Bishawab
(Toboali, 30 Mei 2025)
Penulis puisi adalah pengajar SMA Negeri 1 Toboali dan peserta Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal.












