Heni Sri Suryani Hamzah, Qoriah, Yang Pernah Harumkan Nama Sumsel dan Babel di Ajang MTQ Nasional Itu Kini Telah Tiada

 

Editor: Ichsan Mokoginta Dasin

Bekaespedia.com, Mendo Barat, Innalillahi wa inna ilahiraajiuun. Telah berpulang salah seorang qoriah terbaik yang pernah dimiliki Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Heni Sri Suryani Binti Hamzah (58) di kediamannya Desa Payabenua Kecamatan Mendo Barat, Selasa (12/8/2025).

Kabar duka itu tersiar melalui Grup WhatsApp IKARAFAH, grup yang beranggotakan para alumni IAIN (sekarang UIN) Raden Fatah Palembang, tempat almarhumah pernah kuliah.

Heni yang terkenal memiliki suara melengking yang khas itu, meninggal dunia akibat komplikasi berbagai penyakit yang diidapnya sejak enam tahun terakhir. Jenazah sedianya akan dikebumikan Selasa (12/8/2025) ba’da zuhur di TPU Desa Payabenua.

“Sejak setahun terakhir kondisi kesehatan beliau terus menurun. Namun semangat beliau masih sangat tinggi untuk sembuh. Kami sangat kehilangan sosok yang hebat ini,” ungkap H. Sopian, S. Ag., M.M, Ketua IKARAFAH Kepulauan Bangka Belitung yang juga Kabag Bintal Biro Kesra pada Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kepada Bekaespedia.com.

Di dunia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) era 80-an hingga tahun 2000 awal, nama Heni Sri Suryani alumni UIN Raden Fatah Angkatan 89 ini, tentu tak asing di telinga masyarakat Bangka Belitung, bahkan Sumatera Selatan.

Saat menginjak usia remaja, ibu satu orang anak ini pernah menjuarai MTQ Tingkat Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) Cabang Tilawah, dan kemudian dipercaya untuk mengikuti MTQ Tingkat Nasional mewakili Provinsi Sumsel ketika itu.

Selama kuliah di IAIN Raden Fatah Palembang dan menetap di Ibukota Provinsi Sumsel itu, sosok Heni tiada lelah memperdalam Ilmu Qira’at dari sejumlah guru, khususnya Qira’at Sab’ah, yakni Qira’at yang bernisbah kepada tujuh imam qira’at terkenal; Nafi’, Ibnu Katsir, Abu Amr, Ibnu Amir, Ashim, Hamzah, dan Al-Kisa’i.

Wal hasil, setelah Bangka Belitung menjadi provinsi sendiri, Heni menjelma menjadi seorang qoriah terbaik dan berkali-kali mengharumkan nama Bangka Belitung di kancah MTQ tingkat nasional.

Tak banyak pula yang tahu, jika kelahiran Desa Payabenua Kecamatan Mendo Barat adalah orang pertama yang memperkenalkan Qiraat Sab’ah di kalangan qori dan qoriah di Bangka Belitung. Kini, berkat tangan dingin Yuk Hen (demikian ia akrab dipanggil oleh adik-adik letingnya), Qiraat Sab’ah semakin membumi dan menjadi salah satu qiraat andalan yang ‘wajib’ dibawa tatkala qori-qoriah Bangka Belitung ‘berlaga’ di berbagai tingkatan ajang MTQ.

Sebelum menderita sakit, Heni Sri Suryani juga terlibat dan sekaligus menjadi salah satu pendiri Islamic Center Sungailiat. Ia juga pernah menjadi dosen luar biasa pengampu Matakuliah Tahsin Qira’at di IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung. Aktif menjadi juri MTQ dari tingkat desa hingga ajang MTQ tingkat Provinsi Bangka Belitung. Ia juga aktif membina dan mengajar qori dan qoriah Bangka Belitung di berbagai tempat.

Kecintaannya terhadap Al

-Qur’an dan para pembaca Al-Qur’an, membuat sosok Yuk Hen bersikukuh mendirikan pondok pesantren sekaligus Rumah Tahfidz di kampung halamannya.

Namun sayang, cita-cita luhur itu belum tersampaikan lantaran penyakit lebih dahulu menggrogoti jalan hidupnya.

Kini rumah tahfidz yang dibangun di atas lahan kurang lebih 3500 meter persegi tepat di halaman rumah almarhumah yang baru berupa tiang beton penyangga itu, tampak terbengkalai tak terawat. Tak ubahnya pengabdian dan prestasi yang berbanding terbalik dengan apa yang ia dapat dari pemerintahnya. Sepanjang deritanya, qoriah terbaik itu, tak pernah diperhatikan oleh pemerintah yang telah ia harumkan namanya. Allaahu yarham…!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *