Karya: Yanto In Action
Di genggam tangan, cahaya hipnotis,
HP menyanyi, dunia pun lenyap.
Telepon umum, warnet pun sirna,
Kini mata haus, tak lepas layar hitam.
Arloji dicuri, jam dinding terlupa,
Koran terlipat, berita palsu menari.
Dompet tipis, pulsa tebal menggunung,
Kasih keluarga? Hilang di notif gengsi.
Habis sholat, tangan meraba saku,
Azan bergema, HP lebih kencang bunyi.
Sujud pendek, scroll panjang tak bertepi,
Iman tergadaikan, like demi like.
Lowbat merengek, colokan dicari buta,
Silaturahmi? Chat doang cukup katamu.
Anak menangis, istri merajuk diam,
HP setia, manusia pun terlupakan.
Tengah malam haus, cahaya biru menyala,
Waktu berharga lenyap di reels tak berujung.
Leher pegal, mata merah kelelahan,
Generasi baru? Zombi digital lahir.
Pulsa ribuan, amal pelit dikantong,
Status viral, Al-Qur’an debu bertumpuk.
Bluetooth nyala, lutut kaku tak sujud,
Adab pudar, etika hilang di feed.
Panggilan suami, telinga pura-pura tuli,
Nada dering HP, lari bagai kilat.
Orang tua rapuh, anak cuek layar sentuh,
HP pencuri, rampas kasih abadi.
Bangunlah hati, bijak genggam penyihir,
HP alat, jangan tuhan di saku.
Ingatkan keluarga, iman jangan tergadaikan,
Renung lembut: apa yang hilang di genggamanmu?
Toboali,9 Ramadhan 1447 H
