Oleh: Iyek Aghnia
“Ikak bedue nih luar biasa,”
Pujian itu disampaikan Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid kepada dua (2) pelajar SMPN 2 Toboali saat bertemu dengan Aridho dan Rafael Adytia yang menulis buku cerita berbahasa daerah Berek Bangka Selatan Berkisah belum lama ini di Toboali.
Menurut Riza, dua pelajar SMPN 2 Toboali ini layak dijadikan teladan bagi para pelajar lainnya di Bangka Selatan.
“Menjadi motivator bagi pelajar lainnya di daerah kita ini,” harap Bupati Bangka Selatan.
Riza Herdavid menitipkan pesan untuk keduanya, khususnya para penulis Bangka Selatan untuk terus menulis mengingat menulis adalah pekerjaan untuk peradaban masa depan.
“Jangan berhenti menulis hanya karena buku kurang laku. Tidak dibaca orang. Menulis adalah kerja untuk peradaban masa depan negeri,” pintanya.
Untuk kegiatan literasi, dirinya meminta untuk selalu berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah.
“Silakan koordinasi dengan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Mohon dimaklumi, dengan kesibukan saya. Kita tetap memberikan dukungan dan support,” ujarnya.
Sementara dua pelajar SMPN 2 Toboali Aridho dan Rafael Adytia mengaku senang bisa bertemu dan memberikan buku karya mereka kepada Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid.
“Seneng,” ujar keduanya serempak.
Sementara Kepala SMPN 2 Toboali Asril, mengungkapkan buku cerita berbahasa daerah Berek Bangka Selatan Berkisah ini diterbitkan oleh penerbit Galuh Patria Jogjakarta.
Tebal halaman buku Berek Bangka Selatan Bekisah sebanyak 123 halaman. Terdiri dari 22 judul. Masing-masing penulis menuliskan 11 cerita.
Anak Bangka Selatan luar biasa. (BP/ KM)*












