Karya: Yanto In Action
Dunia gemerlap, kita lari tergesa,
Mengejar bayang emas, lupa nafas Tuhan.
Drama demi drama, hati terjerat jala,
Siapa sangka, umur pinjam—bukan milik punya?Karir menjulang bagai menara megah,
Pujian ramai, tapi hampa di dada.
Harta bertumpuk, istana dari debu,
Lalai bekal akhir, saat azan mati bergema.
Singgah sebentar, bukan negeri abadi,
Kubur gelap panggil, tak peduli derajat.
Jabatan pudar, gelar lenyap angin,
Yang ikut kau bawa? Amal—atau penyesalan?Kita sibuk bangun istana pasir pantai,
OmBak datang, rata—hilang segala raya.
Doa sunyi, amal redup tak terurus,
Pulang kosong, menangis di liang lahat.
Lihat saudara, rebah di altar ambisi,
Mata tertutup, tangan kosong meraih.
Dunia tertawa, kita ikut tertipu,
Sudahkah kau tanam pohon untuk naungan kubur?Kritislah jiwa, bangun dari mimpi palsu,
Prioritas bergeser, Allah panggil pulang.
Jangan tunggu dering maut baru sadar,
Bekal akhir itu, sajalah yang kekal.
Hentikan lari, berhenti di persimpangan,
Bangun masjid hati, isi dengan cahaya.
Dunia fana, ukhrawi panggil namamu,
Pilih sekarang—atau menyesal nanti?
