Bekaespedia.com, Mentok, Bangka Barat — Udara pagi di Pantai Asmara terasa sejuk ketika puluhan anggota kepolisian, masyarakat, dan pedagang kaki lima mulai memungut sampah di tepi pantai, Jumat (17/10/2025). Di antara mereka, tampak sosok berpakaian olahraga sederhana namun bersemangat: Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha, S.H., S.I.K.
Tanpa jarak dengan anak buahnya, ia ikut memungut sampah plastik yang terselip di pasir putih, sesekali berbincang dengan warga yang ikut membantu. Kegiatan yang digagas Polres Bangka Barat ini bukan sekadar rutinitas olahraga pagi, melainkan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melestarikan cagar budaya Mercusuar Tanjung Kalian ikon bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan maritim Bangka Barat.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan senam bersama dan dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan kawasan Pantai Asmara dan area sekitar mercusuar. Hadir dalam kegiatan ini para Pejabat Utama (PJU) Polres Bangka Barat, personel kepolisian, serta masyarakat dari berbagai kalangan.
Kapolres Bangka Barat menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah upaya sederhana namun bermakna besar, mengajak masyarakat mencintai lingkungannya dan menghormati warisan leluhur.
“Kami ingin masyarakat ikut menjaga kebersihan pantai dan melestarikan Mercusuar Tanjung Kalian. Ini bukan hanya tentang sampah, tapi tentang menjaga identitas dan sejarah daerah,” tutur Kapolres dengan nada bersahaja.
Menurutnya, menjaga cagar budaya bukan hanya tugas pemerintah, tapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, Polres Bangka Barat ingin menanamkan nilai peduli lingkungan dan kebanggaan terhadap peninggalan sejarah.
Bagi masyarakat sekitar, kehadiran polisi di tengah-tengah mereka bukan pemandangan baru, namun kegiatan kali ini terasa berbeda. Para pedagang dan nelayan di sekitar pantai merasa lebih dekat dengan sosok Kapolres yang tidak segan turun tangan bersama mereka.
Ibu Ita, pedagang makanan asal Kelurahan Tanjung, tak menyembunyikan rasa harunya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Kapolres dan seluruh anggota. Pantai jadi lebih bersih dan nyaman. Kegiatan seperti ini sangat baik, karena membantu menjaga tempat kami berjualan agar tetap menarik bagi pengunjung,” ujarnya sambil tersenyum.
Bagi warga, kegiatan ini bukan hanya membersihkan pantai, tetapi juga membersihkan jarak antara aparat dan rakyat. Ada rasa kebersamaan yang tumbuh dari peluh dan tawa pagi itu.
Dalam setiap langkahnya, AKBP Pradana Aditya Nugraha menampilkan gaya kepemimpinan yang membumi menjadikan keteladanan sebagai bentuk komunikasi sosial. Ia tak hanya memerintah, tetapi mencontohkan.
Gerakan bersih pantai ini menjadi cermin Kinerja Kepemimpinanya: seorang perwira yang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga peduli terhadap kebudayaan dan lingkungan sebagai bagian dari ketahanan sosial Bangka Barat.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menular ke banyak pihak. Bila setiap orang peduli, Bangka Barat akan menjadi daerah yang bersih, indah, dan lestari,” ujarnya menutup kegiatan.
Polres Bangka Barat menegaskan, kegiatan ini akan terus berlanjut dengan melibatkan komunitas dan pelajar agar semangat menjaga kebersihan dan melestarikan cagar budaya semakin tumbuh di hati masyarakat.
Mercusuar Tanjung Kalian kini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga saksi hidup kebersamaan antara aparat dan warga. Di bawah langit Mentok yang cerah pagi itu, kerja sama sederhana antara polisi dan rakyat memberi pesan kuat yaitu menjaga warisan berarti menjaga masa depan.












