Tiada daya dan upaya di dada manusia,
Segala gerak langkah bukan kuasa sendiri,
Di balik rencana yang tersusun rapi,
Hanya izin-Nya yang menjadikan berarti.
Banyak cita runtuh walau sudah disiapkan,
Banyak langkah tergelincir saat merasa kuat,
Manusia lupa asal segala kemampuan,
Bahwa diri ini lemah, kecil, dan terbatas.
Kalimat agung terucap menyentuh sanubari,
Menghapus segala sisa sifat angkuh dan tinggi,
Mengakui jati diri yang sungguh tak berdaya,
Tanpa pertolongan Allah, tiada arti segala.
Tak mampu menjaga diri dari jalan yang keliru,
Tak mampu tetap teguh dalam jalan yang benar,
Tak mampu menggapai sukses dengan usaha semata,
Bahkan hati pun bergerak atas kehendak Sang Pencipta.
Di balik pengakuan akan segala kelemahan,
Tersimpan ketenangan yang tak terukur nilainya,
Hati berhenti bersandar pada diri sendiri,
Meluruh harap hanya kepada Tuhan Yang Maha Berkuasa.
Nabi ﷺ bersabda pesan penuh makna indah,
Kalimat ini harta simpanan di surga abadi,
Sebuah gudang kekayaan yang tak akan musnah,
Bagi siapa yang mengamalkan sepanjang hari.
Imam Al-Ghazali mengingatkan makna yang dalam,
Kekuatan sejati bukanlah pada fisik manusia,
Melainkan pada ketundukan dan ketergantungan,
Sepenuhnya hanya kepada Sang Pemilik Alam Semesta.
Siapa yang melafalkan dengan hati yang sadar,
Hidupnya akan tenang, damai, dan penuh cahaya,
Saat gagal ia takkan pernah merasa putus asa,
Yakin ada hikmah di balik segala ketentuan-Nya.
Saat berhasil pun ia tak akan angkuh lagi,
Tahu semua nikmat adalah karunia belaka,
Tak ada hebat, tak ada jasa, tak ada gengsi,
Semua milik Allah, tempat kembali segala bahagia.
Ketika raga lelah habis segala daya upaya,
Saat jalan buntu dan harap hampir sirna,
Kalimat ini jadi sandaran paling terakhir,
Penawar jiwa yang gundah dan penuh tanya.
Lautan makna tersimpan dalam kata yang pendek,
Menjadi penunjuk arah di setiap jejak langkah,
Mengajarkan hamba tetap rendah dan berserah,
Hanya kepada Allah segala urusan diserahterimakan.
Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh,
Dua kalimat kokoh penopang hidup dan mati,
Jadikan bekal tiap nafas yang terhembus,
Kekuatan sejati hanya milik Allah Yang Maha Tinggi.
Bangka Belitung, 17 Mei 2026












