Bekaespedia.com, Sulawesi Utara,- Riuh tawa anak-anak TK Wui Batu Miangas menyambut hangat kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di pulau paling utara Indonesia, Rabu (5/8/2026). Di ruang kelas sederhana yang berdiri di beranda negeri, suara nyanyian 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menggema, menjadi penanda bahwa semangat belajar tak mengenal batas geografis.
Keceriaan itu berlanjut ketika Abdul Mu’ti menyerahkan bantuan perangkat Starlink dan alat permainan edukatif kepada TK Wui Batu. Di pulau terdepan yang berbatasan langsung dengan Filipina itu, bantuan tersebut menjadi simbol hadirnya negara dalam memastikan anak-anak di daerah 3T memperoleh layanan pendidikan yang setara.
Tidak hanya untuk pendidikan usia dini, Kemendikdasmen juga menyerahkan 30 laptop kepada tiga sekolah di Miangas dan sekitarnya. Masing-masing, 10 unit diberikan kepada SMKN 2 Talaud, 10 unit untuk SMPN 2 Nanusa dan 10 unit bagi SDN Miangas sebagai bagian dari penguatan digitalisasi pembelajaran.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa seluruh peserta didik, tanpa terkecuali, berhak memperoleh pendidikan bermutu, termasuk mereka yang tinggal di pulau-pulau terluar Indonesia.
” Selain Starlink dan alat permainan ini, kami juga menyerahkan 10 laptop untuk SMKN 2 Talaud, 10 laptop untuk SMPN 2 Nanusa, dan 10 laptop untuk SDN Miangas. Dengan seluruh bantuan perangkat digitalisasi ini, kami berharap proses pembelajaran di Pulau Miangas akan meningkatkan mutu dan menghasilkan generasi Indonesia yang unggul,” ujar Abdul Mu’ti.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkecil kesenjangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terdepan, terluar, serta tertinggal (3T).
Kehadiran Mendikdasmen disambut antusias masyarakat Miangas. Camat Khusus Miangas, Olita Papalapu, menyebut perhatian pemerintah terhadap pendidikan di wilayahnya membawa optimisme baru bagi para guru, siswa dan masyarakat.
Ia mengatakan, bantuan yang diberikan diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mempercepat kemajuan pendidikan di Pulau Miangas.
” Semoga bantuan perangkat digitalisasi dan seluruh bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan maksimal oleh para warga sekolah. Dengan begitu, para guru di sini bisa lebih kompeten dalam mengajar dan akhirnya dapat memajukan pendidikan di pulau tercinta kami ini,” kata Olita.
Semangat serupa juga dirasakan Kepala TK Wui Batu, Lister Lantaa Tingginehe. Ia mengungkapkan bahwa sekolahnya terus berupaya mendukung Program Wajib Belajar 13 Tahun melalui pendidikan anak usia dini. Menurutnya, minat masyarakat menyekolahkan anak-anak mereka terus meningkat, seiring pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diterapkan bersama orang tua.
Bantuan Starlink dan alat permainan edukatif, lanjut Lister, menjadi energi baru bagi sekolah untuk menciptakan proses belajar yang lebih menyenangkan sekaligus memperkuat pembentukan karakter anak.
” Semoga bantuan ini tidak berhenti sampai di sini. Besar harapan kami, akan datang bantuan lainnya yang lebih besar, sehingga para guru, orang tua, masyarakat dan seluruh warga Pulau Miangas dapat menggunakan TK ini untuk mendidik karakter anak-anak mereka dan tumbuh sebagai generasi yang hebat,” tutur Lister.
Di Pulau Miangas, yang selama ini dikenal sebagai salah satu beranda terluar Indonesia, kehadiran teknologi pendidikan bukan sekadar menghadirkan perangkat digital. Bantuan itu membawa pesan bahwa setiap anak Indonesia, di mana pun mereka tumbuh, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bermimpi, dan menatap masa depan dengan optimisme.
