Khutbah Jum’at : MENJAUHI KUFUR DAN MEMPERKUAT IMAN DI TENGAH GODAAN DUNIA

 

Oleh : Saidun Derani dan Minatur Rokhim

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ وَقَالَ تَعَالَى: ﴿وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ﴾

Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah

Fenomena sosial lima tahunan terjadi di tengah masyarakat Indonesia ketika pelaksanaan Pilpres dan Pilkada serta Pemilihan Anggota DPR/DPRD RI, yaitu kafir (kufur) massal karena persoalan serangan fajar. Karena sistem politik kita sekarang ini model transaksional atau sogokan dengan tujuan membeli suara pemilih.

Kenapa hal ini sampai terjadi jika mengutip Prof. Yudi Latif karena faktor pemilihnya kebanyakana pendidikannya rendah dan kemiskinan. Sebab itu demokrasi kita tegas Yudi Latif jauh dari kata memadai yang substantif akan tetapi lebih kepada demokrasi formalitas saja.

Perilaku sogokan berupa uang atau bantuan sosial lainnya (sembako) kepada pemilih supaya memilih pemberinya inilah dalam pandangan semua agama dianggap perbuatan yang sangat dilarang dan masuk katagori kufur baik yang memberi maupun yang menerima.

Hadis bersumber dari Abu Na’im Nabi bersabda bahwa kemiskinan itu lebih dekat atau cendrung kepada kekufuran (كَادَ الْفَقْرُ أَنْ يَكُونَ كُفْرًا). Dan para ulama menyebutkan bahwa kemiskinan itu ada dua yaitu kemiskinan berupa kepemilikan asset/ harta, dan kedua, kemiskinan spiritual atau iman.

Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah

Kitab Tafsir Ibnu Katsir menerangkan bahwa Al-Baqarah ayat 6: “إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا” diartikan dengan yang membantah dan menolak kebenaran Tuhan. Lebih jauh dalam Kitab Tafsir Al-Mishbah dikatakan bahwa kekufuran ada lima macam, yaitu pertama dengan apa yang dinamakan dengan kufr juhud yang terdiri dari dua macam mereka yang tak mengakui wujud Allah, seperti halnya orang atheis dan orang-orang komunis. Sedangkan yang kedua adalah kufur juhud adalah mereka yang mengetahui kebenaran tetapi menolaknya antara lain karena dengki dan iri hati kepada pembawa kebenaran itu. Ketiga kufur ni’mah dalam arti tidak mensyukuri nikmah Allah. Firman Allah:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ (سُوْرَة إِبْرَاهِيْم: 7)

“Kalau kalian bersyukur pastilah Ku-tambah untuk kalian (nikmat-Ku) dan jika kalian kafir maka sesungguhnya siksa-Ku pastilah amat pedih” (QS. Ibrahim: 7).

Kufur keempat adalah kufur dengan meninggalkan atau tidak mengerjakan tuntunan agama kendati tetap percaya. Firman Allah:

…..اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍۚ…… (سُوْرَة البَقَرَة: 85)

”Apakah kalian percaya kepada sebagian Al-kitab dan kafir terhadap sebagian lainnya” (QS al-Baqarah: 85).

Terakhir, yang kelima adalah kufur bara’ah dalam arti tidak merestui dan berlepas diri. Firman Allah yang mengabadikan ucapan Nabi Ibrahim kepada kaumnya:

……كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاۤءُ اَبَدًا…… (سُوْرَة المـُمْتَحَنَة: 4)

”Kami telah kafir kepada kamu dan telah jelas antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamany”. (QS al-Mumtahanah : 4).

Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah

Dari paparan di atas, sumber masalah mengapa Presiden terpilih, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat terpilih, Gubernur, Bupati, Wali Kota terpilih karena transaksional atau serangan fajar berupa uang atau sembako kepada para pemilih yang rentan dan lemah pendidikan serta lemah pula ekokominya. Sebab itulah jauh-jauh hari Nabi sudah mengingkatkan bahwa Kemiskinan itu lebih dekat kepada kekufuran.

Timbul pertanyaan adalah bagaimana dampak kufur ini terhadap kedua belah pihak dan solusinya supaya jangan terulang kembali case ini dalam hajatan lima tahunan bangsa Indonesia. Pertama sistem pemilu dan pilkada diubah memakai perwakilan, yang kedua pemilih kudu diupdate iman dan ekonominya.

Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah

Di bawah ini, khatib hanya ingin menjawab solusi yang kedua kemiskinan iman dan lemah kepemilikan asset pemilihnya.

1. Karena kufur maka sudah menjadi sebuah keharusan bersyahadat kembali karena sudah murtad dan lalu bertobat untuk tidak mengulang lagi perbuatan yang sama.

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا ثُمَّ ازْدَادُوا كُفْرًا لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلَا لِيَهْدِيَهُمْ سَبِيلًا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, lalu beriman lagi kemudian kafir lagi, lalu bertambah kekafirannya, maka Allah tidak akan mengampuni mereka dan tidak pula memberi petunjuk kepada mereka.” (QS. Al-Nisa’: 137)

2. Merperkuat iman baik secara kuantitas dan kualitas sehingga tidak mudah goyah menghadapi godaan dunia yang sifatnya sementara ini. Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman agar senantiasa menjaga dan memperkuat keimanan mereka:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya dan kitab yang Allah turunkan sebelumnya.” (QS. An-Nisa’: 136)

Allah juga berfirman dalam surat Ali ‘Imran: 185 yang artinya: “Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

3. Menguasai ilmu dan wawasan pergaulan sehingga dapat memenuhi kebutuhan primer sebagai manusia yang diberi kemampuan akal. Dengan demikian masalah pangan, sandang, dan papan, dapat diatasi dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman dalam surat al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

4. Dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, seorang Muslim diperintahkan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT dengan sabar dan salat. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

Makna sabar lebih diartikan dengan ada upaya-upaya yang sistemik, terukur, dan tuntas dalam melaksanakan sebuah kegiatan ekonomi dan sosial dengan mempertimbangkan berbagai hal mulai dari aspek psikis, skill, waktu, sarana, dan aspek kesehatan. Sedangkan salat merupakan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT untuk memohon pertolongan dan menyampaikan segala hajat.

Waktu terbaik untuk berdoa adalah pada malam hari melalui salat tahajud. Allah SWT berfirman:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ ۖ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)

Jamaah Shalat Jum’at Rahimakumullah

Demikianlah khutbah yang singkat ini ingin mengingatkan jamaah bahwa kufur akibat kelemahan iman dan ekonomi atau sebaliknya sudah jelas berdampak luar biasa terhadap pribadi dan keluarga apalagi bagi bangsa.

Mari bersyahadat kembali dan bertobat, lalu memperkuat iman secara maksimal sejauh yang bisa dilakukan, menguasai ilmu dan wawasan, bersabar dalam arti luas dan lakukan solat dengan benar, khususnya solat tahajud. InsyaAlah kelima upaya di atas merupakan jalan ke luar yang positif dan karena itu kudu dikerjakan dengan penuh keyakinan dan kesadaran. Bangsa Indonesia mendapat keberkahan Allah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Amiin ya Allah Ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

 

Khutbah Jumat II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ وَأشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *