Kisah Anak Kecil dan Pohon Persahabatan

Oleh : Kalista Azkiya (Siswa SDN 14 Koba)

 

Di sebuah hutan yang rimbun banyak tumbuh pohon yang besar dengan berbagai macam jenis. Pohon itu tmbuh dengan subur. Daun-daun tampak berwarna hijau. Akar-akar yang dari pohon itu mencengkram tanah dengan kuat. Udara di hutan itu sangat sejuk. Betapa indahnya ciptaan Tuhan.

Pada suatu ketika hiduplah seorang anak kecil yang bernama Afifah. Anak kecil itu hidup sebatang kara di hutan itu. Anak kecil itu menjaga hutan dengan penuh keiklasan dan kesabaran. Anak itu membersihkan sampah, daun kering dan sampah plastik.

Pada suatu hari para pendaki ingin berpetualang di sebuah hutan. Suatu ketika pendaki itu kesal karena di hutan itu tidak ada sampah. Oleh karena itu pendaki itu membuang sampah sembarangan dan ada juga sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab menebang pohon secara liar dan dijual dengan cara ilegal untuk ke pentingan sendiri. Setelah kejadian itu hutan menjadi gersang. Anak kecil itu pun sedih karena hutan yang dulunya asri kini menjadi kotor. Tumpukan sampah di bawah batang yang menggugurkan daunnya. Tidak ada lagi kicauan burung, hanya bau busuk dari limbah. Afifah pun meminta bantuan kepada anak-anak desa yaitu Akifah dan Akila. Akifah dan Akila melihat anak kecil yang bernama Afifah. Betapa sedih. la pun meminta bantuan kepada anak-anak desa itu.

“Mau kan kalian menolongku untuk membersihkan hutan yang rusak dan kotor ini?”

Akifah dan Akila dengan senang hati menjawab, “kami akan membantumu, anak kecil!”

Anak-anak desa itu pun membantu anak kecil itu untuk membersihkan sampah yang dibuang sembarangan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab.

Anak kecil itu kini jadi senang karena hutan yang kotor itu jadi bersih.

Kata anak kecil itu, “untung saya percaya diri meminta bantuan ke pada anak-anak desa itu, kalo aku gak percaya diri pasti hutan ini tidak sebagus ini!”

Anak-anak desa itu selesai membersihkan hutan.

Kata anak-anak desa dengan nada lembut, “Afifah, akhirnya hutan ini jadi bersih.”

Afifah dengan kaget menjawab, “omagat hutan yang dulunya rusak dan kotor kini jadi bersih. Terima kasih anak-anak desa telah membantuku membersihkan hutan yang rusak dan kotor ini.”

Anak-anak desa menjawab sambil lari, “kami juga terima kasih,” kata anak kecil itu.

Kalau ada gejala lagi panggil kami aja ya, Afifah,” ujar anak-anak desa itu.

“Oke!” jawabnya pendek.

Anak kecil yang bernama Afifah itu tersenyum karena anak-anak desa itu sangat baik. Afifah berpikir, apa aku memberi anak-anak itu hadiah ya. Oh iya aku punya ide aku akan memberikan anak-anak itu hadiah. Anak kecil yang bernama Afifah itu memanggil anak anak desa itu dengan suara yang lembut.

“Anak-anak mari sini!”

“Ada apa? Ada yang bisa kami bantu?”

“Aku akan kasih kalian hadiah!”

“Kami mau hadiah.”

“Ini hadiah untuk kalian, nanti dibagi masing-masing satu orang, satu ya!”

Anak-anak desa itu berlari kencang.

“Makasih,” kata Afifah.

“Sama-sama.”

“Makasih ya anak-anak desa itu telah membantuku.” (BP/ KM)*

 

 

Catatan: Cerpen ini merupakan karya peserta FLS3N Tingkat Kecamatan Koba Tahun 2026 cabang menulis cerita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *