Lestarikan Tradisi, Masyarakat Dusun Bubung Tujuh, Desa Sangku Gelar  Aqiqah dan Qurban   

 

Laporan : Medi Hestri

Bekaespedia.com, Tempilang,- Di tengah hiruk pikuk perayaan Idul Adha, Masjid Baitul Hikmah di Dusun Bubung Tujuh, Desa Sangku, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, menampilkan pemandangan yang sarat makna.

Pada Jumat, (6/6/ 2025) suasana khidmat menyelimuti masjid setelah sholat Ied. Bukan hanya semarak Idul Adha yang terasa, tetapi juga kelanjutan tradisi luhur, yakni aqiqah, yaitu tradisi cukuran rambut untuk pemberian nama bagi bayi yang baru lahir.

“Tradisi cukur rambut dan pemberian nama bayi (aqiqah) ini telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Adha di Dusun Bubung Tujuh. Tradisi ini, diwariskan turun-temurun, terus dilestarikan sebagai wujud syukur dan doa bagi para bayi yang baru lahir”, jelas ketua Masjid Baitul Hikmah, Bapak Samudra,

Usai sholat Ied, masjid menjadi saksi bisu peringatan syukur ini, diisi dengan doa dan harapan untuk masa depan anak-anak.

Tahun ini, semangat berbagi juga terpancar melalui penyembelihan hewan qurban.

“Terkait qurban, tahun ini dusun bubung tujuh hanya memotong hewab qurban 1 ekor sapi dan 4 ekor kambing”, imbuh Samudra.

Meskipun sederhana, satu ekor sapi dan empat ekor kambing dikurbankan sebagai simbol pengorbanan dan kepedulian. Hal ini menunjukkan kekompakan dan semangat kebersamaan warga Dusun Bubung Tujuh dalam merayakan Idul Adha. Tradisi aqiqah dan qurban ini bukan sekadar ritual, melainkan perekat persatuan dan pengingat akan nilai-nilai luhur agama dan budaya.

 

Exit mobile version