Oleh: Meilanto
Masjid Assa’adah Gabek Pangkalpinang, satu dari sekian banyak masjid tua yang ada di Pulau Bangka tahun 1930-an.
Keberadaan Masjid Assa’adah yang secara administrasi berdasarkan di Kelurahan Gabek ini dapat dilihat pada peta Pangkalpinang D D 30,7 opgenomen door den Topografischen Dienst in 1928-1929 Blad 34/XXV d yang diproduksi tahun 1931. Posisi masjid saat itu sama posisinya pada saat ini yaitu pada barat jalan raya Pangkalpinang – Sungailiat (Verharde weg waarvan de verharding meer dan 4 m). Di belakang masjid ada jalan setapak yang mengarah ke kebun lada (Regelmatig aangeledge pepertuinen). Sisi timur masjid, jalan lurus yang mengarah ke Pangkalbalam. Masjid ditandai dengan warna merah yang terbuat dari batu.

Sumber: Tangkap Layar Google Maps
Mengutip dari buku Setengah Abad Kota Pangkalpinang sebagai Daerah Otonom dituliskan, pada masa pemerintahan Residen Mann, di samping pembangunan Masjid Al Mukarram Tuatunu dan pembangunan Masjid Jamik, masyarakat Pangkalpinang yang tinggal di sekitar Gabek Pangkalpinang, pada tahun 1940 Masehi, juga mulai merehab Surau Assa’adah. Surau yang diperkirakan dibangun tahun 1901 Masehi ini diperbesar oleh masyarakat Gabek menjadi 11,40 x 11,40 meter dari ukuran semula 10 x 10 meter.
Masjid yang pada awalnya berbentuk panggung, berdinding papan dan beratap rumbia diganti dengan lantai semen, dinding bata dan atap genteng. Pada tahun 1987-1990 Masehi bangunan masjid diperluas ke belakang sehingga luasnya menjadi 274 m², dengan ciri khas yang unik yaitu terdapat dua kubah bertingkat seperti sekarang yang merupakan lambang atau simbol dua kelurahan yaitu Kelurahan Gabek I dan Kelurahan Gabek II. (Elvian, 2014:54).

Sumber: tangkap layar google maps
Kini Masjid Assa’adah masih berdiri kokoh dengan dominan warna hijau yang dibangun dua lantai dengan empat menara tinggi pada setiap sudut serta kubah besar yang berwarna hijau. (BP/ KM)*












