Memperjuangkan Bahasa Kita

Karya: Asmi Susanti (SMP Negeri 3 Simpangkatis)

 

Haiii…..Kenalin semua nama aku Amila yang berasal dari Kepulauan Bangka Belitung. Aku mempunyai teman yang bernama Annisa Senjaya. Kami berdua berbeda bahasa, aku berasal dari Kepulauan Bangka Belitung sedangkan temenku berasal dari Bali. Aku mau menceritakan bagaimana caranya kami bisa berkomunikasi dengan baik? Kami berdua memang berbeda bahasa tapi kami berdua mau belajar bahasa Kepulauan Bangka Belitung dan bahasa Bali.

Akhirnya kami berdua pun belajar bahasa Bangka Belitung dan bahasa Bali. Waktu itu Annisa tidak sengaja mengejek bahasa Amila. Amila pun menjawab, “Ka luk yang mulai Annisa, ngulok bahasaku.”

Annisa bingung, “Amila yang kamu bicarakan tadi apa?” Annisa yang marah besar kepada Amila setelah di terjemahkan bahasa yang Amila bicarakan tadi.

“Aku cuma keceplosan Amila mengejek bahasamu itu, aku tidak bermaksud kayak gitu,” jawab Annisa.

“Aku tidak percaya dengan perkataan sampahmu itu lagi Annisa, kalo hanya sekali boleh tapi ini sudah beberapa kalinya kamu kaya gini!” Amila menimpali.

Mereka semakin marah karena mereka berdua sudah menjelekkan bahasanya tadi, mereka asing sebab kejadian itulah, tanpa ada kata sedikitpun. Mereka seperti orang tidak dikenal.

“Aku menyesal Annisa kenal sama kamu lagi, aku harap ini yang terakhir kalinya aku ketemu sama kamu,” jawab Annisa ketus.

“Aku juga menyesal kenal sama kamu Annisa, dulu aku senang bisa kenal sama kamu, tapi sekarang aku baru menyesal ketemu sana kamu,” jawab Amila lagi.

“Mana janjimu dulu Annisa yang kamu buat untuk aku, mana Annisa? Dulu kamu pernah berjanji untuk kita berdua tidak asing.”

“Itu hanya janji palsu yang aku kasih buat Amila!” Amila yang mendengar perkataan Annisa pun shock. Amila tidak menyangka sama temen terbaiknya bicara kaya gitu. Dia masih tidak percaya kalo Annisa ngomong kaya gitu. Amila tanpa alasan apapun langsung menghapus kontaknya Annisa.

“Apa aku sudah keterlaluan ya ngomong kaya gitu sampai-sampai Annisa menghapus kontak aku?”

Hari telah berlalu kini Annisa menyesal karena dia pernah bicara yang dulu sama Amila. Dia ingin meminta maaf sama Amila tapi dia bingung bagaimana caranya?

Disisi lain Amila kangen sama seseorang yaitu Annisa. Tidak lama, handphone Amila berbunyi pertanda ada orang yang lagi menghubungi dia, tapi Amila tidak peduli karena dia lagi kangen seseorang. Handphone itu terus berbunyi. Akhirnya Annisa membalas pesan tersebut. Annisa bersorak bahagia karena teman terbaiknya menghubungi dia setelah lama menanti.

“Ini siapa ya?” balas Annisa.

“Ini aku Annisa, Amila masa kamu lupa sama aku?”

“Oh, Aku tidak lupa dengan kamu kok!”

“Syukur deh kamu tidak lupa dengan aku.”

“Kamu apa kabar Amila? Apakah kamu sudah makan atau belum sama sekali?”

“Alhamdulillah aku baik-baik aja kok, kalo kamu gimana kabarnya? Aku sudah makan kok kamu tenang aja!”

“Bagus deh kalo kamu sudah makan.”

Mereka berdua chatan sampai malam. Mereka berdua kayak bahagia banget akhirnya, mereka ketawa-ketawa sendiri seperti orang gila.

“Oh….. iya aku lupa aku mau minta maaf sama kamu gara-gara perbuatan aku waktu itu pernah menjelekkan bahasamu itu.” Dalam pikiran Annisa sekarang adalah apakah Amila mau memaafkan perbuatan aku waktu dulu ya? Aku takut banget Amila tidak memaafkan perbuatan aku waktu dulu.

“Iya aku maafin kamu kok. Kamu tenang aja aku sudah melupakan kesalahan kamu waktu itu kok!”

Mereka berdua sudah maafin satu sama lain.

“Apakah kamu mau kita temenan seperti dulu lagi?” Tanya Annisa.

“Iya aku mau kok temenan sama kamu lagi ,” tapi kita belum bisa sedekat dulu lagi karena aku masih takut buat temenan lebih lama sama kamu.” Balas Amalia.

“Kita masih bisa kok temenan lagi tapi asalkan kamu tidak ngulangin kesalahan kamu lagi,” balas Annisa.

“Iya aku berjanji aku tidak akan ngulangin kesalahan aku lagi sama kamu.”

“Tapi kan kita berbeda bahasanya apakah kita berdua bisa menyatu?” jawab Annisa lagi.

“Pasti bisa kok asalkan kita mau belajar satu sama lain, percaya deh sama aku!”

“Iya aku percaya kok sama kamu!”

Setelah beberapa bulan mereka belajar bahasa Bangka Belitung dan bahasa Bali, saatnya hari ini Amila mencoba buat mengetes Annisa buat bahasa Bangka Belitung. Amila bilang kaya gini, “Ka lah maken lom?”

“Ku lah udeh maken lah, ka jangen lupa maken ok, dak kawa ka saket kelak e!” Jawab Amila.

“Ku lah maken lah ka sikok e jangen lupa maken ok!” jawab Annisa.

“Aok lah ge.”

Sekarang mereka berdua bahagia tanpa ada masalah lagi. Kini mereka berdua hidup dengan damai dan bahagia. Tepat pada tanggal 24 Oktober 2025 di mana hari ini adalah hari spesial bagi Amila. Di hari spesialnya ini Annisa mau pergi ke Bangka Belitung merayakan ulang tahunnya. Annisa pura-pura gak tahu kalo hari ini adalah hari ulang tahunnya Amila.

Gak lama, handphone berbunyi pertanda itu adalah chat dari Amila.

“Annisa apakah kamu tau kalo hari ini adalah hari apa?” Tanya Amila.

“Ini hari jum’at kan Amila?” Jawab Annisa.

“Iya bener ini hari jum’at tapi jum’at ini ada yang berbeda tidak?”

“Apa yang berbeda ya, oh iya aku tau kalo hari ini adalah hari aku les matematika, bukan? tegas Annisa lagi.

“Iya bener kok. Hari ini kamu les matematika,” sambung Amila lagi.

Raut wajah Amila sedih karena temen terbaiknya melupakan kalo hari ini hari ulang tahunnya. Dalam hati Amila, “apa bener ya Annisa lupa kalo hari ini adalah hari ulang tahunku?”

Tanpa waktu lama, Amila pun tertidur dengan marah kepada Annisa karena dia lupa dengan hari ulang tahunnnya itu.

Di sisi lain Annisa sudah berangkat menuju ke Bangka Belitung. Ia tiba di Bangka dengan selamat. Kini Annisa sudah ada di Kota Pangkalpinang. Dia masih bingung di mana tokoh yang menjual kue ulang tahun. Setelah dicari-cari akhirnya Annisa bertemu dengan penjual kue. Kue ulang tahun sudah dibeli oleh Annisa. Sekarang Annisa pergi ke pusat perbelanjaan untuk mencari hadiah yang Amelia inginkan. Annisa semangat mencari hadiah buat Amila. Akhirnya Annisa mendapatkan hadiah yang Amelia inginkan. Pulang dari pusat perbelanjaan, Annisa pergi ke tempat tinggalnya Amila dengan membawa kue dan hadiah. Sekarang Annisa sudah tiba di tempat tinggal Amila dengan selamat. Amila tinggal di Simpangkatis. Tidak memerlukan waktu lama, Annisa sekarang sudah di rumah Amila dengan sangat semangat.

“1…2…3… dor Happy birthday Amila!” Amila kaget dengan Annisa yang sudah ada di rumahnya, walaupun sudah lewat beberapa hari. Amila menangis terharu karena teman terbaiknya sudah ada di rumahnya.

Kini Annisa sudah mau pulang ke tempat asalnya karena Annisa sudah lama di sini. Annisa sudah 1 minggu lebih di rumahnya Amila. Sekarang dalam perjalanan menuju ke bandara. Di situlah Amila menangis mau LDR sama Annisa. Mereka berpelukan untuk yang terakhir kalinya sebelum mereka jauhan lagi. Amila yang tidak bisa menahan tangisnya. Dan sekarang mereka sudah berjauhan lagi. Kini pesawat yang membawa Annisa sudah terbang.

Annisa sudah sampai di tempat asalnya dengan selamat. Kini mereka sudah bahagia satu sama lain tanpa ada kata berantem lagi, itu pentingnya buat saling memaafkan satu sama lain. (BP/ KM)*

 

 

Cerpen ini merupakan karya peserta Lomba Menulis Cerpen dalam rangka memperingati Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Indonesia, Bangka Tengah di Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 23 Oktober 2025. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *