Puisi  

Menjelang Puncak, Jangan Melemah

Oleh: Yanto,M,Pd(Guru, Motivator & Da’wah Indonesia)

Bekaespedia.com, Hari ke-18 Ramadhan…

Kita sudah berada di tikungan terakhir sebelum sepuluh malam terbaik.

Biasanya di fase ini semangat mulai menurun.

Tubuh terasa lelah.

Rutinitas terasa berat.

Namun justru di sinilah kualitas diuji.

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“ _Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik_ .” (QS. At-Taubah: 120)

– Tidak ada satu rakaat yang sia-sia.

– Tidak ada satu ayat yang terbuang.

– Tidak ada satu tetes air mata yang tidak dihitung.

Hari ke-18 adalah masa persiapan.

Persiapan menyambut malam-malam yang lebih mulia dari seribu bulan.

Jika di awal kita diuji dengan semangat,

maka di pertengahan kita diuji dengan kelelahan.

Banyak orang kuat di permulaan, namun melemah menjelang puncak.

Jangan biarkan itu terjadi.

– Perbaiki niat lagi.

– Kuatkan tekad lagi.

– Hidupkan malam walau sedikit.

Karena bisa jadi,

satu malam yang kita jaga dengan sungguh-sungguh

lebih berharga dari seluruh hari yang telah berlalu.

_Semoga hari ke-18 ini menjadi pijakan kuat menuju sepuluh malam terakhir yang penuh kemuliaan._

Exit mobile version