Misi Menyelamatkan Kata-Kata yang Hampir Punah

Oleh: Annisa Lestari (Siswa SMPN 2 Sungaiselan)

 

Pada Tahun 2045, di Desa Karawang, hiduplah seorang remaja yang bernama Denis. Denis saat ini berusia 20 Tahun. Denis adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Ia memiliki satu adik perempuan yang bernama Rika dan memiliki satu kakak laki-laki yang bernama Andi. Kedua orang tuanya saat ini berusia 57 tahun. Denis adalah seorang remaja yang masih kuliah. la sangat hobi membaca buku. la orangnya juga sangat kreatif dan pemberani. Di tempat kuliahnya. la memiliki banyak teman. Saat ia sedang tidak ada jadwal kuliah, biasanya ia menginap di kos yang jaraknya tidak terlalu jauh dari tempat kuliahnya. Teman-teman Denis berasal dari berbagai daerah dan budaya yang berbeda-beda.

Pada saat itu, beberapa kata sudah mulai banyak yang hilang karena orang-orang sudah mulai jarang menggunakannya, seperti kata “ceria”. Ada seseorang yang sengaja menanamkan chip ke dalam tubuh orang-orang agar bisa kembali mengontrol kata-kata yang bisa atau tidak bisa disampaikan oleh orang lain. Tidak ada satupun orang yang kenal kepada orang tersebut. Orang itu, memakai pakaian serba hitam dan menggunakan topeng. Jika orang tersebut terus didiamkan, maka lama kelamaan dunia akan menjadi kacau. Chip itu sudah tersebar di mana-mana.

Semua orang yang memiliki aplikasi WA, mendapatkan informasi bahwa “Jika kata-kata sudah mulai banyak yang hilang, maka akan mengganggu sistem kelancaran kehidupan.”

Oleh karena itu, jika kata-kata sudah mulai banyak yang hilang, maka orang akan sulit untuk berkomunikasi secara langsung maupun tidak secara langsung. Orang-orang juga akan merasa panik dan bingung. Selain itu, dalam aplikasi WA juga terdapat informasi tentang kode “Bahasa Manusia Pertama”.

Orang-orang merasa sangat penasaran dengan kode yang terdapat pada aplikasi WA itu, termasuk Denis. Karena Denis merasa sangat penasaran dengan kode yang terdapat dalam aplikasi WA, akhirnya Denis pergi mengunjungi perpustakaan tempat kuliahnya yang ia yakini akan memberinya petunjuk untuk menyelamatkan kata-kata yang hampir punah. Denis telah banyak mencari dan membaca buku-buku yang ada di dalam perpustakaan, tetapi masih belum menemukan petunjuk. Akhirnya Denis meminta bantuan kepada teman kuliahnya yang bernama Aril.

“Maukah kamu membantuku, Ril?” Tanya Denis.

“Membantu apa, Den?” Jawab Aril, pendek.

“Aku ingin mencari petunjuk mengenai isi pesan WA yang kita terima, Ril.”

“Aku juga merasa sangat penasaran dengan isi pesan yang terdapat dalam aplikasi WA itu, apa langkah awal yang bisa kita lakukan, Den?”

“Aku rasa kita bisa mengunjungi perpustakaan kuliah untuk menjawab teka-teki ini.”

“Ayo sekarang kita pergi ke perpustakaan!”

“Ayo!”

Setelah itu, mereka langsung pergi ke perpustakaan untuk mencari isi pesan aplikasi WA itu. Mereka telah mencari dk mana-mana, tetapi masih belum menemukan petunjuk. Akhirnya, setelah mereka mencari lama di dalam perpustakaan mereka menemukan sebuah ruang rahasia yang berada di bawah tanah.

Aril dan Denis merasa sangat penasaran dengan ruangan itu. Setelah itu, mereka langsung memasuki ruang rahasia itu. Denis dan Aril melihat-lihat apa yang ada di dalam ruang rahasia itu. Setelah itu mereka menemukan sebuah gawai yang sangat canggih. Gawai itu berbeda dengan gawai pada umumnya. Denis dan Aril segera menghidupkan gawai itu. Mereka telah membuka setiap aplikasi yang ada di dalam gawai itu, tetapi masih belum menemukan petunjuk. Pada akhirnya Denis menemukan sebuah aplikasi terkunci yang bisa dibuka dengan kode. Denis dan Aril merasa sangat penasaran dengan aplikasi itu, tetapi mereka tidak tahu kode apa yang harus dimasukkan. Denis dan Aril pun berpikir dan mencari kode tersebut.

“Menurutmu, kode apa yang harus dimasukkan ke dalam aplikasi terkunci itu ya, Ril?” Tanya Denis.

“Aku juga sedang memikirkan hal itu, Den. Apa ini ada hubungannya dengan isi pesan yang kita terima di dalam aplikasi WA itu ya, Den?”

“Iya ya, ayo sekarang kita coba dengan kode yang terdapat dalam aplikasi Wa!”

Denis dan Aril mencoba membuka aplikasi itu dengan kode yang terdapat dalam aplikasi WA. Akhirnya, setelah dibuka dengan kode yang terdapat di WA, aplikasi tersebut berhasil dibuka. Aplikasi itu berisi tentang cara mengendalikan chip yang terpasang pada tubuh orang-orang. Denis dan Aril mencoba menghapus dan mematikan data yang ada di dalam chip itu, namun ada sedikit kendala, karena ada kode sidik jari yang harus diaktifkan ketika ingin mematikan dan menghapus data chip itu. Mereka kembali berpikir untuk menemukan dan mencari orang yang menemukan chip.

“Siapa ya, yang menemukan chip dan menyebarkan informasi tentang kode yang terdapat dalam aplikasi WA itu!” Ujar Denis.

“Aku juga tidak tahu. Kita sudah cukup lama berada di ruangan ini, sekarang ayo kita segera kembali ke kos terlebih dahulu sambil memikirkan siapa orang yang menemukan chip dan penyebar informasi WA itu!” Ajak Aril.

“Baiklah kalau begitu. Ayo sekarang kita langsung pergi ke kos!”

Denis dan Aril segera meninggalkan ruangan itu dan segera pergi ke kos.

Keesokan harinya, Denis dan Aril segera pergi ke perpustakaan dan memasuki ruangan rahasia bawah tanah. Mereka meneliti lebih jauh lagi tentang kode dan chip. Denis menemukan jawaban bahwa ia harus mencari siapa yang menyebarkan WA itu. Denis mengotak-atik lebih jauh lagi untuk menemukan siapa yang menyebarkan informasi WA.

Setelah Denis dan Aril mengotak-atik cukup lama, akhirnya mereka menemukan bahwa yang menyebarkan aplikasi WA itu adalah teman kuliahnya Denis yang kebetulan masih satu kos dengannya. Nama teman kos Denis tersebut adalah Dian. Denis dan Aril segera mencari keberadaan Dian saat ini. Mereka telah mencari ke mana-mana, tetapi masih belum menemukan petunjuk. Akhirnya Denis mencoba bertanya dengan dosen kuliahnya tentang keberadaan Dian saat ini. Kata dosennya Denis sedang berada di luar kota untuk mengerjakan tugas kuliah yang diberikan oleh dosen. Jadi, Denis dan Aril terpaksa untuk menunggu Dian terlebih dahulu. Setelah Dian selesai mengerjakan tugasnya di luar kota, ia akan kembali lagi ke sini. la akan kembali lagi kesini sekitar satu Minggu lagi. Setelah Dian selesai mengerjakan tugas kuliahnya, Denis mengajak Dian utuk berbicara mengenai sesuatu hal. Denis berbicara baik-baik kepada Dian untuk mematikan dan menghapus data chip yang terpasang pada tubuh manusia modern.

“Dian, aku telah mencari siapa yang mengirim informasi WA dan siapa orang yang telah menemukan chip, maukah kamu untuk menghapus dan menghilangkan kata-kata pada chip itu?” Tanya Denis pelan.

“Sebenarnya ada yang tidak kamu ketahui tentang chip. Ayo sekarang kamu ikut aku pargi ke dalam ruang rahasia yang ada di dalam perpustakaan kuliah!” Ajak Dian

“Baiklah kalau begitu, mari kita ke sana!”

Dian memberitahu yang sebenarnya bahwa chip itu bukan untuk menghapus kata-kata tertentu dalam tubuh manusia tetapi justru untuk membantu orang-orang agar bisa kembali menggunakan kata-kata yang hampir punah. Setelah itu, Dian meminta bantuan Denis untuk membantunya menanamkan chip pada tubuh orang-orang. Denis menyetujui apa yang dikatakan oleh Dian. Mereka kembali menanamkan chip ke tubuh orang-orang.

Penyebab kata-kata yang hampir punah adalah manusia itu sendiri. Manusia lebih suka menggunakan bahasa asing daripada menggunakan Bahasa Indonesia. Manusia tidak menyadari jika Bahasa Indonesia terus-menerus tidak digunakan, maka manusia akan sulit untuk berkomunikasi, berkegiatan, maupun melakukan aktivitas – aktivitas lainnya.

Denis dan teman-temannya telah berhasil menyelamatkan kata-kata yang hampir punah melalui chip dan bekerja sama. Setelah itu, manusia kembali beradaptasi untuk menggunakan kata-kata yang hampir punah.

MISI MENYELAMATKAN KATA-KATA YANG HAMPIR PUNAH TELAH BERHASIL. (BP/ KM)*

 

 

Cerpen ini merupakan karya peserta Lomba Menulis Cerpen dalam rangka memperingati Bulan Bahasa yang diselenggarakan oleh MGMP Bahasa Indonesia, Bangka Tengah di Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 23 Oktober 2025. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *