Karya: Yanto In Action
Di panggung dunia, gemerlap fatamorgana,
Sukma terbuai, dalam bisikan menggoda.
Kilau duniawi, racun yang merajalela,
Nafsu berkuasa, merajam jiwa nestapa.
Terperangkap aku, dalam labirin kelam,
Ambisi membutakan, hati kian tenggelam.
Ego berkuasa, nurani terbenam,
Ibadah terlupa, jiwa merana dalam diam.
Nafsu merajam sukma, luka menganga,
Duri tajam menusuk, impian pun sirna.
Setan menari riang, di atas derita,
Melihatku terjerat, dalam cengkeraman noda.
Namun, di tengah kelam, setitik cahaya,
Menembus sukma, membangkitkan asa.
Kenangan akan-Nya, hadirkan sentuhan nyata,
Menyadarkanku dari mimpi buruk yang fana.
Air mata taubat, deras mengalir,
Membasuh jiwa, dari noda yang hadir.
Doa kupanjatkan, sepenuh kalbu berdzikir,
Memohon ampunan, atas khilaf yang terukir.
Kini ku berdiri, tegar dan berani,
Meninggalkan nafsu, yang merusak diri.
Menuju jalan-Nya, penuh cinta Ilahi,
Dengan harapan, ridha-Nya menaungi.
Kisah kelam ini, jadi cermin diri,
Bahwa dunia fana, hanya tempat berlari.
Nafsu yang merajam, harus dihindari,
Agar sukma damai, dalam ridha Ilahi.
Nafsu merajam sukma, kini jadi cerita,
Tentang perjalanan jiwa, mencari makna.
Kembali pada-Nya, tujuan utama,
Meraih ampunan, dan kedamaian sempurna.
