Pemkab Bangka Barat Gelar Operasi Pasar untuk Stabilkan Harga dan Stok Sembako

Laporan : Medi Hesti

Bekaespedia. Com. Tempilang. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan melakukan operasi pasar murah di Kecamatan Tempilang, Selasa ( 2/8/25 )

Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Barat Yulista mengatakan ” Kegiatan ini dilaksanakan sehubungan dengan terjadinya kekosongan stok beras medium pada gudang sembako dan toko toko retail di wilayah Kabupaten Bangka Barat, maka sebagai upaya menyikapi kekosongan stok beras dimaksud, serta dalam rangka pengendalian inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok, kata Yulista.

Dalam operasi pasar komoditi yang disiapkan beras jenis SPHP 1.750 kg ukuran 5 kg, Gula ukuran 1 kg 59 kg. Minyak goreng merek fortune 48 liter dan Minyakita 25 liter ukuran 1 kg.

Harga komoditi beras merek SPHP ukuran 5 kg/ kampil Rp. 59.000, Minyakita 1 liter Rp. 18.500, Minyak Fortune 1kg Rp. 18.000,- Gula1 kg. Rp. 14.000,-

Operasi pasar ini dilaksanakan bekerjasama dengan Perum Bulog Kantor Cabang Bangka.

Masyarakat Kecamatan Tempilang sangat antusias membeli paket sembako operasi pasar yang digelar oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Kabupaten Bangka Barat.

Sembako yang telah disiapkan terhitung jam ludes habis dibeli oleh masyarakat bahkan ada yang tidak kebagian.

Ja’ah warga Desa Air Lintang tidak kebagian karena stock beras sudah habis terjual.

Hal senada juga sama disampaikan ibu Ginah warga Desa Benteng Kota, ” saya juga tidak kebagian untuk membeli beras, karena stock sudah habis. Kalau bisa stock berasnya diperbanyak supaya kita-kita ini kebagian, jadi kecewalah ” kata Ginah.

Pantauan Media dilapangan dalam distribusi yang dilaksanakan oleh Bulog sebagai pelaksana dilapangan kurang tertib. Emak-emak sampai berdesakan untuk mendapatkan beras.

Saya sangat menyayangkan dengan ketidak tertibnya dalam pendistribusian, kata Riki warga Air Lintang yang juga ikut desak-desakan.

Dan Mengharapkan kepada Pemerintah Bangka Barat agar operasi pasar ini dilaksanakan minimal 2 bulan sekali paling tidak bisa mengurangi beban masyarakat dalam situasi ekonomi yang belum begitu baik-baik saja. lanjut Riki.

Exit mobile version