Pentingnya Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa

Oleh: Rudiyanto, S.Pd.,Gr

Guru Pendidikan Agama Islam dan Penulis Bangka Selatan

Bekaespedia.com, Bangka Selatan,- Indonesia saat ini sedang berduka karena bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Berdasarkan data detiknews hingga hari ini, Senin 1 Desember 2025, korban meninggal dunia mencapai 442 orang dan 402 belum ditemukan. Menurut hemat penulis, bencana banjir dan tanah longsor ini disebabkan salah satunya oleh kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Hutan yang notebenenya adalah paru-paru dunia dan serapan air berubah menjadi lahan yang gundul dan berubah fungsi tanpa dilakukan upaya reboisasi. Beberapa pakar lingkungan juga menyatakan bahwa bencana banjir dan tanah longsor diakibatkan salah satunya berkurangnya sumber resapan air yaitu pohon.

Akibatnya bencana seperti banjir dan tanah longsor tidak dapat terelakkan lagi. Para korban harus mengungsi, kehilangan keluarga dan tempat tinggalnya, hingga kehilangan nyawanya sendiri. Bencana ini hendaknya menjadi perhatian kita semua agar ke depan tidak terulang lagi dan dapat dilakukan tindakan preventif (pencegahan) sejak dini. Salah satu upaya yang perlu ditanamkan sejak dini adalah karakter peduli lingkungan. Karakter peduli lingkungan dapat diimplementasikan oleh satuan pendidikan melalui berbagai upaya berikut:

1. Menanamkan Karakter Religius

Demi terwujudkan generasi penerus bangsa yang peduli dengan lingkungan, satuan pendidikan dapat membuat sebuah kegiatan dalam rangka untuk meningkatkan religiusitas peserta didik. Kegiatan tersebut misalnya dengan mengaji sepuluh menit sebelum jam pembelajaran dimulai, shalat berjamaah, jum’at religi dan lain sebagainya. Jika karakter religius peserta didik sudah terbentuk, maka peserta didik tersebut akan senantiasa menjadi pribadi yang berakhlakul karimah baik kepada sang pencipta, antarsesama manusia maupun kepada lingkungan alam sekitarnya

2. Keteladanan

Karakter peduli lingkungan dapat ditanamkan kepada siswa melalui keteladanan seorang guru, warga satuan pendidikan dan lingkungan sekitar. Keteladanan tersebut misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya, tidak menebang pohon sembarangan dan lain sebagainya

3. Kerjasama dan Kemitraan

Satuan pendidikan dapat melakukan upaya penanaman karakter peduli lingkungan melalui program kerjasama dan kemitraan lintas sektoral. Misalnya, satuan pendidikan dapat melakukan kerjasama atau mitra dengan pihak Desa, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan lain sebagainya terkait dengan upaya penanaman karakter peduli lingkungan pada siswa

4. Integrasi dalam Materi Pembelajaran

Dalam rangka menanamkan karakter peduli lingkungan, guru dapat menyampaikannya disela-sela proses pembelajaran. Guru dapat mengkontekstualisasikan materi pembelajaran dengan lingkungan sekitarnya atau bahkan lintas disiplin ilmu. Misalnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, guru dapat menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga alam semesta ciptaan Allah SWT, pada mata pelajaran IPA, guru dapat menyampaikan materi tentang ekosistem, tumbuhan dan lain sebagainya, pada mata pelajaran IPS, guru dapat menyampaikan materi tentang gerakan cinta lingkungan dan lain sebagainya

5. Program Reboisasi dan Unggulan

Satuan pendidikan dapat membuat program unggulan seperti kamis hijau dengan kegiatan menanam pohon, apotek hidup, reboisasi lahan eks tambang dan lain sebagainya

6. Kampanye dan Sosialisasi

Demi menanamkan pendidikan karakter peduli lingkungan pada siswa, maka satuan pendidikan dapat melakukan kampanye dan sosialisasi peduli lingkungan, mengundang pemateri yang ahli dalam lingkungan dan upaya lainnya.

Pada akhirnya, dengan ditanamkannya karakter peduli lingkungan sejak dini, maka akan lahir generasi penerus bangsa yang peduli dan cinta dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga alam akan tetap lestari sesuai kodratnya dan bencana akibat ulah tangan manusia akan dapat diminimalisir dan tidak akan terjadi lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *