Opini  

Pentingnya Menciptakan Ruang Kelas Yang Aman Dalam Mengatasi Perundungan 

Oleh : Arifa Amalia, Arina Rahma Agustin, Cleopatra, Fitri Annisa (Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung)

 

Berdasarkan pengamatan kami pada kegiatan PLP 1 (Pengenalan Lapangan Persekolahan) di berbagai sekolah dasar yang ada di Pangkalpinang, kami menemukan masih banyak terjadi perundungan, baik perundungan secara verbal maupun non verbal. Fenomena ini bukan hanya sekadar “kenakalan anak-anak,” melainkan masalah serius yang mengancam keamanan emosional dan psikologis siswa, serta dapat menghambat proses belajar-mengajar. Dalam konteks ini, peran guru menjadi sangat penting dalam menciptakan ruang kelas yang aman untuk mengatasi perundungan.

Salah satu strategi yang dapat diterapkan oleh guru dalam menciptakan ruang yang aman untuk mengatasi perundungan adalah menerapkan program pendidikan karakter, yang dapat memberikan kontribusi dalam mencegah bullying. Yaitu dengan mengajarkan nilai-nilai seperti hormat, tanggung jawab, dan empati. Pendekatan ini membantu siswa memahami dampak dari tindakan mereka terhadap orang lain dan mendorong mereka untuk menjadi bagian dari solusi, bukan masalah (Hawkins dalam Idris, et. al. 2024).

Mengapa pentingnya menciptakan ruang kelas yang aman untuk mengatasi perundungan? Karena ruang kelas menjadi tempat utama bagi siswa untuk belajar dan berinteraksi. Lingkungan belajar yang tidak aman dapat memicu kecemasan, depresi, penurunan motivasi belajar, dan bahkan membuat siswa enggan datang ke sekolah. Perundungan perlu diatasi karena perundungan dapat meninggalkan luka yang dalam dan berkepanjangan, baik secara fisik maupun psikologis bagi korbannya. Oleh karena itu, menurut pendapat kami, guru berperan penting dalam mengatasi perundungan dengan menciptakan ruang kelas yang aman dan nyaman.

Untuk menciptakan ruang kelas yang aman dan nyaman sehingga bebas dari perundungan, terdapat beberapa hal yang harus diterapkan oleh guru dan siswa antara lain :

1. Membangun hubungan yang positif antara guru dan siswa.

Yaitu menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada semua siswa.

2. Membuat aturan kelas yang disepakati bersama siswa.

Dengan adanya aturan bersama, maka siswa lebih merasa bertanggung jawab untuk mematuhi aturan.

3. Mengedukasi siswa tentang perundungan atau bullying

Pemberian edukasi tentang perundungan, sehingga siswa mengetahui bentuk-bentuk perundungan, dampak negatif serta cara mencegah perundungan. Dengan adanya edukasi, maka siswa akan mengenali tanda-tanda awal perundungan.

4. Tindakan tegas terhadap perundungan

Memberikan teguran tegas dan sanksi yang adil kepada pelaku perundungan, yang bertujuan agar pelaku perundungan jera dan tidak mengulangi tindakannya. Tidak hanya itu, tindakan tegas ini akan membuat korban merasa aman, nyaman dan tidak merasa takut.

5. Pemberian semangat, dukungan dan motivasi kepada siswa.

Dengan pemberian semangat, dukungan dan motivasi akan menumbuhkan rasa dihargai dan percaya diri.

 

DAFTAR PUSTAKA

Idris, M., Syaifullah, M., Angga Rosaldy, A., Hesti Ramadani, A., Sandawana, F., & Rahmawati, S. (2024). Upaya Menanggulangi Bullying di Kalangan Pelajar: Strategi Efektif Untuk Menciptakan Lingkungan Sekolah Yang Aman dan Positif. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi Dan Perubahan, 4(6), 95–99. https://doi.org/10.59818/jpm.v4i6.847

Exit mobile version