Oleh: Yanto,M,PD ( Guru, Motivator & Da,wah Indonesia)
Bekaespedia.com,- Hari ke-30 Ramadhan…
Jika hari ini adalah yang terakhir,
maka inilah lembar penutup dari satu bulan penuh rahmat yang mengalir seperti sungai yang tidak pernah kering. Sebuah babak dalam hidup yang kita tulis dengan setiap butir keringat puasa, setiap hembusan nafas dalam shalat malam, dan setiap langkah menahan diri dari yang tidak baik.
Sebulan kita melatih tubuh untuk tidak haus dan lapar,
sebulan kita membuka hati untuk mendengar suara malam yang penuh berkah,
sebulan kita melatih jiwa untuk tidak tergoda oleh hawa nafsu.
Namun ingatlah, wahai saudaraku,
yang paling menentukan bukanlah awal yang penuh semangat,
bukan pula pertengahan yang mungkin mulai terasa berat,
tetapi akhirnya yang menjadi ukuran sejauh mana kita menghargai nikmat yang diberikan.
Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita dengan sabdanya yang mulia:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada penutupnya.”
Hari ke-30 adalah hari kesungguhan yang terakhir.
Hari di mana kita harus memperbanyak memohon ampun kepada Allah SWT, karena istighfar adalah kunci yang membuka pintu pengampunan.
Hari di mana kita berusaha memperbaiki segala kekurangan yang mungkin kita lakukan sepanjang bulan ini – entah itu kurangnya konsentrasi dalam ibadah, atau kurangnya kasih sayang terhadap sesama.
Hari di mana kita dengan tulus memohon agar setiap amal yang kita lakukan diterima di sisi-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Ya Tuhan kami, terimalah dari kami (amal ini). Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)
Jangan biarkan Ramadhan pergi seperti kabut yang menghilang tanpa bekas.
Jangan biarkan ia berlalu tanpa kita mengucapkan doa perpisahan yang tulus.
Jangan biarkan kita hanya melihatnya pergi dengan hati yang kering – tanpa air mata syukur atas nikmat yang diberikan, dan tanpa rasa penyesalan atas segala kekhilafan yang kita lakukan.
Karena siapa yang tahu,
ini bisa jadi Ramadhan terakhir dalam perjalanan hidup kita di dunia ini.
Jika memang demikian,
apakah kita sudah puas dengan bekal amal yang kita siapkan untuk menghadapi hari akhir?
Hari ke-30 adalah detik-detik terakhir yang sangat berharga – tidak bisa kita tukar dengan apa pun di dunia ini.
Tutuplah babak ini dengan taubat yang ikhlas,
tutuplah dengan harapan yang kuat akan rahmat-Nya,
tutuplah dengan doa yang dalam agar kita dipertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan di tahun yang akan datang.
Semoga Allah menerima puasa kita,
mengampuni dosa kita, dan menjadikan kita hamba yang lebih baik setelah Ramadhan berlalu.












