Pesanggrahan Bankatinwinning, Restore the Republic.

Keterangan Gambar 1. Pembicaraan UNCI dan pemimpin Republik Indonesia di Pesanggrahan BTW Mentok 17 Februari 1949.

 

Oleh Dato’ Akhmad Elvian, DPMP, CECH*)

Pesanggrahan BTW (Banka Tin Winningbedrift) Mentok, dibangun pada Tahun 1927 dengan arsitek, Antwerp J. Lokollo, pada saat kepala BTW dijabat oleh J.G. Bijdendijk. Pada masa merdeka pernah diberi nama Wisma Ranggam. Pesanggrahan menjadi tempat pengasingan Ir. Soekarno dan pemimpin republik, masa antara 5 Februari-6 Juli 1949. Setidaknya ada dua great historical events terkait sejarah nasional dan sejarah dunia yang terjadi di pesanggrahan: Pertama, pada Tanggal 28 Januari 1949, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi yang mengharuskan Indonesia dan Belanda menyelesaikan masalahnya melalui perundingan. Secara beruntun utusan (United Nations Commission for Indonesia) (UNCI), Bijeenkomst Voor Federal Overleg (BFO), dan dari pihak republik, datang ke Pesanggrahan. Mereka membujuk Bung Karno untuk mau “bermusyawarah”, suatu istilah asli bangsa Indonesia. Di sinilah kemudian Bung Karno mengucapkan kalimat bersejarah itu: Restore the Republic. Restore Sukarno as President of the Republic Indonesia and I will “musyawarah”. Not before…. (Pulihkan Republik. Pulihkan Sukarno sebagai presiden Republik Indonesia dan saya akan bermusyawarah. Tidak sebelumnya….); Kedua, Pesanggrahan merupakan tempat diserah terimanya Surat Kuasa kembalinya Ibukota Republik Indonesia ke Yogyakarta dari Ir. Soekarno kepada Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Surat dikonsep oleh Bung Hatta di Pesanggrahan Menumbing, kemudian diketik oleh Abdul Gaffar Pringgodigdo. Penyerahan surat kuasa disaksikan oleh Bung Hatta, Moh. Roem dan Ali Sastroamidjoyo. Untuk mengenang peristiwa ini di bangun Tugu Pergerakan Kemerdekaan di Tamansari (Taman Wilhelmina) Pangkalpinang. Tugu diresmikan oleh Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta di Pangkalpinang pada bulan Agustus 1951 ketika beliau berkunjung kembali ke Pulau Bangka.

Haji Agus Salim di halaman Pesanggrahan BTW Tahun 1949, Sumber : Buku Kenang Mengenang Meraih Kemenangan.

 

*) Sejarawan Bangka Belitung Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *